AdvertorialKabupaten SukabumiKesehatan

Pemkab Sukabumi Matangkan Persiapan PSBB

Reporter : Bimbim

Sukabuminow.com || Sebanyak 17 daerah di Jawa Barat akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kabupaten Sukabumi termasuk salah satunya.

Rapat Pembahasan Persiapan Pelaksanaan PSBB tersebut digelar di Gedung Negara Pendopo Sukabumi, Sabtu (2/5/20), dipimpin Bupati Sukabumi, Marwan Hamami.

“Sekali lagi, Kabupaten Sukabumi hanya akan menerapkan PSBB parsial. Tidak semuanya. Kemarin rencana hanya 8 kecamatan, tapi setelah dikaji lagi ternyata diperluas menjadi 12 kecamatan,” tutur Marwan.

Adapun 12 wilayah yang akan diberlakukan PSBB di Kabupaten Sukabumi, di antaranya Kecamatan Cisaat, Sukabumi, Gunungguruh, Sukaraja, Kebonpedes, Kadudampit, Sukalarang, Cibadak, Cicantayan, Cidahu, Cicurug dan Palabuhanratu.

“PSBB parsial ini akan dimulai pada tanggal 6 Mei 2020. Dengan harapan, dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tandasnya.

PSBB diberlakukan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diperjelas dengan Peraturan Menteri Kesehatan No 9 Tahun 2020 (Permenkes PSBB). Lama waktu pemberlakuan berdasarkan lama maksimal masa inkubasi Covid-19, yakni 14 hari.

Menurut Pasal 1 PP PSBB, PSBB adalah pembatasan kegiatan tertentu penduduk suatu wilayah yang diduga terinfeksi Corona Virus Disease 2019 (Covid-I9). PSBB dilakukan sedemikian rupa untuk  menghambat penyebarannya.

Sedangkan menurut Pasal 13 Permenkes tersebut, PSBB di suatu daerah meliputi, Peliburan sekolah dan tempat kerja; Pembatasan kegiatan keagamaan pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum; Pembatasan kegiatan sosial dan budaya serta pembatasan moda transportasi; dan Pembatasan kegiatan lainnya, khusus terkait aspek pertahanan dan keamanan.

Namun, terdapat beberapa pengecualian. Di antaranya bagi kantor pada sektor terkait pertahanan dan keamanan, ketertiban umum, kebutuhan pangan, bahan bakar minyak (BBM) dan gas, pelayanan kesehatan, perekonomian, keuangan, komunikasi, industri, ekspor dan impor, distribusi, logistik dan kebutuhan dasar lainnya. Selain itu, tidak semua tempat atau fasilitas umum harus tutup.

Terdapat pengecualian juga bagi supermarket, minimarket, pasar, apotik atau tempat penjualan alat medis, barang pokok, barang penting, dan fasilitas olah raga. Meski masih boleh beroperasi, perusahaan tersebut tetap harus menerapkan pembatasan kerumunan orang dengan berpedoman pada protokol serta aturan terkait.

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Tags

Related Articles

Close
Close