Dari Kontrakan Sempit ke Sel Tahanan: Kisah Kurir Sabu di Sukabumi
Sukabuminow.com || Dini hari di Kampung Palasari, Desa Sudajayagirang, Kecamatan Sukabumi, Kota Sukabumi, Jawa Barat, biasanya sunyi. Jalanan sempit gelap, hanya suara jangkrik dan lampu rumah yang mulai dipadamkan. Namun pada Rabu (28/1/26) pukul 01.30 WIB, keheningan itu pecah oleh langkah-langkah senyap aparat kepolisian.
Tim Satuan Narkoba Polres Sukabumi Kota bergerak tanpa suara. Sebuah kamar kontrakan sederhana yang telah lama masuk radar pengawasan akhirnya dikepung. Di dalamnya, seorang pria berinisial IP (34 th), warga Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, hanya bisa terdiam saat pintu diketuk keras oleh petugas.
Tak ada perlawanan. Tak ada drama. Hanya wajah pucat seorang kurir yang tahu permainannya telah berakhir.
Saat penggeledahan dilakukan, polisi menemukan sebuah tas selempang hitam. Di dalamnya tersusun rapi 13 paket sabu siap edar dengan total berat mencapai 78,3 gram. Barang haram itu tak berdiri sendiri. Sebuah timbangan digital dan telepon genggam turut diamankan, diduga kuat menjadi alat utama transaksi jaringan narkoba.
Bagi warga sekitar, IP hanyalah penyewa biasa. Datang, pulang larut, jarang bersosialisasi. Tak ada yang menyangka kamar sempit itu menjadi simpul peredaran sabu.
Penangkapan ini bukan sekadar soal barang bukti. Ia menjadi gambaran nyata bagaimana narkoba kini tak lagi bersembunyi di tempat gelap, tapi menyusup ke jantung permukiman warga.
Polisi menegaskan, keberhasilan ini tak lepas dari peran informasi masyarakat. Aparat mengajak warga untuk tidak ragu melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.
“Peredaran narkoba tidak bisa diberantas sendiri oleh polisi. Kami butuh mata dan telinga masyarakat,” tegas Kasat Reserse Narkoba Polres Sukabumi Kota, AKP Tenda Sukendar, Kamis (29/1/26).
Kasus ini sekaligus menjadi pesan kuat: ruang gerak pengedar narkoba di Sukabumi semakin menyempit. Tak peduli jam berapa, di mana, atau seberapa rapi mereka menyembunyikan barang haramnya—jejak tetap akan terendus.
Di balik kamar kontrakan itu, satu jalur distribusi sabu terputus. Tapi perang melawan narkoba masih panjang, dan selalu dimulai dari kepedulian lingkungan terkecil: tetangga.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana




