Viral Kasus Begal Palsu di Sukabumi, Motifnya Terungkap
Sukabuminow.com || Warga di sekitar Jalur Lingkar Selatan, Kota Sukabumi, Jawa Barat, sempat dibuat geger oleh pemandangan tak biasa. Seorang pria ditemukan terikat di dalam sebuah mobil pikap, dengan tangan dan kaki dililit tali. Wajahnya tampak lemas, seolah baru saja mengalami kejadian mengerikan.
Beberapa warga yang melintas langsung menolong. Video penemuan pria tersebut pun dengan cepat beredar di media sosial dan viral. Narasi yang menyertainya menyebut pria itu sebagai korban pembegalan.
Tak butuh waktu lama, kisah dramatis itu menyedot perhatian publik, bahkan menjadi perbincangan di berbagai platform nasional.
Namun, di balik adegan memilukan tersebut, tersimpan fakta yang jauh berbeda.
Fakta Terungkap: Bukan Begal, Tapi Rekayasa
Kepolisian memastikan peristiwa itu bukan tindak kejahatan, melainkan sandiwara yang sengaja dilakukan oleh pria tersebut.
Kapolsek Cisaat, AKP Yanto, membenarkan bahwa kejadian yang disebut berlangsung pada Jumat (30/1/26) itu sepenuhnya direkayasa.
“Yang bersangkutan sengaja melakukan itu untuk kepentingan pribadi, seolah-olah dirinya dibegal,” ujar Yanto, Sabtu (31/1/26).
Pria berinisial N itu diketahui mengikat dirinya sendiri sejak sekitar pukul 04.00 WIB, lalu membiarkan dirinya “ditemukan” warga sekitar pukul 06.30 WIB.
Motif: Terlilit Utang dan Rencana Pernikahan
Dari hasil pemeriksaan, terungkap motif utama di balik aksi nekat tersebut. N mengaku sedang terlilit utang dan membutuhkan uang dalam waktu dekat karena berencana melangsungkan pernikahan.
Dalam skenario yang dibuatnya, N mengaku kehilangan uang milik bosnya serta barang-barang berharga akibat pembegalan. Namun setelah dicek, uang dan barang itu masih berada dalam penguasaannya sendiri.
“Pengakuannya dia butuh uang karena terlilit utang, dia merencanakan akan melaksanakan pernikahan,” jelas Yanto.
N diketahui bekerja sebagai sopir sayuran, dan berpura-pura menjadi korban demi mendapatkan simpati sekaligus menutupi persoalan keuangannya.
Tidak Diproses Hukum
Meski sempat membuat kegaduhan publik, kasus ini tidak berlanjut ke ranah hukum.
Alasannya sederhana: tidak ada pihak yang melapor sebagai korban.
“Pemilik uang tidak membuat laporan, sehingga tidak ditindaklanjuti ke proses berikutnya,” tutur Yanto.
Dengan demikian, peristiwa yang sempat viral secara nasional ini resmi ditutup sebagai rekayasa pribadi, bukan tindak kriminal.
Pelajaran di Balik Viral
Kasus “begal palsu” di Sukabumi ini menjadi pengingat bahwa tidak semua informasi viral mencerminkan fakta. Di era media sosial, satu video bisa membentuk opini publik, meski kebenarannya belum tentu utuh.
Di sisi lain, peristiwa ini juga menyingkap tekanan ekonomi yang bisa mendorong seseorang melakukan tindakan ekstrem, bahkan menipu demi bertahan hidup.
Sebuah drama yang terlihat tragis, ternyata hanyalah skenario, dan Sukabumi kembali menjadi saksi bahwa viral belum tentu kriminal.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana




