Sukabuminow.com || Kebakaran lahan kembali menjadi ancaman serius saat musim kemarau melanda Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kali ini, kobaran api dari hamparan alang-alang kering nyaris menjalar ke bangunan aset milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi di Jalan Jaksa Agung R. Soeprapto, Kecamatan Palabuhanratu, Senin (20/7/26) sekitar pukul 11.09 WIB.
Peristiwa tersebut sempat menggegerkan pegawai setelah asap hitam pekat membumbung tinggi dari lahan di belakang kompleks kantor Dinas PU. Tiupan angin membuat api bergerak cepat sehingga dikhawatirkan mencapai ruang penyimpanan aset dan area genset.
Beruntung, petugas Dinas Pemadam Kebakaran Dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi bergerak cepat sehingga kobaran api berhasil dicegah sebelum memasuki bangunan pemerintah. Dua unit mobil pemadam diterjunkan untuk mengendalikan api agar tidak meluas.
Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran Dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi, Erwin Adam Ridwan, mengatakan objek yang terbakar merupakan hamparan alang-alang kering yang berada di belakang kantor Dinas PU.
“Kobaran api belum memasuki bangunan, tetapi jaraknya sudah sangat dekat dengan aset pemerintah sehingga berpotensi menimbulkan kerugian apabila terlambat ditangani,” ujarnya.
Erwin menduga kebakaran tersebut tidak murni terjadi secara alami. Berdasarkan karakteristik kejadian yang sering ditangani, sebagian besar kebakaran lahan diduga dipicu oleh aktivitas manusia.
“Musim kemarau menyebabkan rumput dan alang-alang mengering sehingga api sangat mudah membesar ketika muncul sumber panas. Kondisi itu membuat risiko kebakaran meningkat dibandingkan musim penghujan,” jelas Erwin.
Data Dinas Pemadam Kebakaran Dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi menunjukkan bahwa wilayah Palabuhanratu telah menerima lebih dari 10 laporan kebakaran alang-alang sepanjang musim kemarau tahun ini. Sejumlah kejadian sebelumnya juga terjadi di kawasan Lapang Cangehgar dan Kecamatan Simpenan.
“Berdasarkan evaluasi kami, sekitar 70 persen kebakaran lahan diduga dipicu unsur kesengajaan, sedangkan kebakaran akibat puntung rokok relatif kecil kemungkinannya pada lahan yang tidak memiliki potensi mudah terbakar,” ungkapnya.
Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan terbuka selama musim kemarau. Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas hingga mengancam permukiman, fasilitas umum, maupun aset pemerintah.
“Selain meningkatkan kesiapsiagaan personel, kami juga terus menggencarkan edukasi melalui media sosial, penyebaran pamflet, sosialisasi kepada masyarakat, serta pembentukan relawan kebakaran di sejumlah wilayah,” imbuhnya.
“Kami pun meminta pemerintah desa aktif menyampaikan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Upaya pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menekan meningkatnya kasus kebakaran lahan Sukabumi selama musim kemarau,” pungkasnya.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana
