Kota SukabumiPertanian

Kota Mochi Darurat Pangan

Sukabuminow.com || Produksi gabah di Kota Sukabumi. Tahun demi tahun semakin menurun. Hal itu diakibatkan lahan pertanian. Yang terus berkurang.

Kepala Seksie Penyuluhan. Pada Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Sukabumi : Kusmaya. Mengatakan saat ini. Kota Sukabumi hanya memiliki 1.360 hektare lahan pertanian.

“Tahun 1999 silam. Kota Sukabumi masih memiliki 2 ribu hektare lebih,” tutur Kusmaya. Saat ditemui Sukabuminow di kantornya. Jalan Cikareo Warudoyong. Rabu (26/6/19).

Baca Juga  :

Luasan tersebut. Diprediksi akan terus berkurang. Seiring dengan banyaknya alih fungsi lahan pertanian. Untuk pembangunan perumahan.

“Kota Sukabumi darurat lahan. Dampaknya pada darurat pangan. Sehingga beraspun kami mengambil dari distributor wilayah lain,” ujarnya.

Menyiasati hal itu. DIP3 Kota Sukabumi. Memiliki solusi. Yakni dengan meningkatkan provitas padi. Meski dengan wilayah yang sempit. Sebab jika provitas tinggi. Maka lahan minimpun akan menghasilkan banyak padi.

“Kami melakukan sistem semai culik. Jika dalam satu tahun wilayah lain hanya bisa menghasilkan dua kali panen. Di Kota Sukabumi bisa hingga 3 kali panen. Kita maunya panen dua bulan sekali. Tapi ilmu pengetahuan sekarang. Padi baru bisa dalam 115 hari,” bebernya.

“Semai culik itu artinya sebelum padi di panen. Kita sudah mulai menanam benih padi terlebih dahulu. Sehingga ketika panen selesai. Kita sudah bisa langsung tanam lagi. Tanpa harus menunggu proses tanam benih yang memakan waktu 20 hari. Bahkan kita anjurkan di 16 hari,” sambungnya.

Tak hanya. Kusmaya juga mengimbau petani. Untuk memberikan pupuk dengan takaran seperlunya. Bukan tanpa alasan. Sebab jika terlalu banyak pupuk. Maka padi akan pecah. Sehingga satu hektare lahan sawah. Petani hanya dianjurkan menggunakan 25 kilogram pupuk. Berbeda dengan cara lama. Yang biasanya menghabiskan 60 kilogram.

“Itu akan lebih menghemat pupuk. Dan menjaga kualitas padi,” terangnya.

Sejauh ini. Penghasil gabah terbesar di kota Sukabumi masih dipegang oleh Kecamatan Lembursitu. Yang kemudian disusul oleh Cibeureum. Sementara Cikole. Menjadi wilayah penghasil gabah terendah. Hal itu diakibatkan minimnya sinar matahari. Yang menyinari area pertanian. Di wilayah tersebut. (Diana NH)

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page