AdvertorialKabupaten Sukabumi

Kerap Dilanda Keracunan, Bantargadung Bangkit Dan Berbenah

Reporter : Ridwan HMS/Rado

Sukabuminow.com II Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, terletak di antara Kecamatan Warungkira dan Palabuhanratu. Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, mempercayakan Kecamatan Bantargadung kepada Ahmad Munawar selaku camat di wilayah tersebut. Dua isu negatif yang kerap singgah di Bantargadung. Yakni kesehatan dan kekeringan parah saat musim kemarau. Namun, dibalik semua itu, Bantargadung memiliki sejumlah potensi yang dapat diandalkan. Terutama sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian warganya.

CAMAT Bantargadung, Munawar. Foto : Sukabuminow

Bantargadung memiliki luas wilayah 8.511 hektare. Terdiri dari 6.550 hektare lahan pertanian dan 1.961 hektare lahan bukan pertanian. Belum lama ini, wilayah tersebut kembali diguncang isu kesehatan yakni musibah keracunan massal yang merenggut korban jiwa.. Kejadian tersebut bukan yang pertama kali. Sehinga membuat Pemerintah Kabupaten Sukabumi total turun ke lapangan untuk melakukan penelitian menggandeng Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Jawa Barat. Kurang dari 2 bulan, Dinas Kesehatan dan HAKLI turun tangan, tampak perubahan signifikan dalam penataan lingkungan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) warga. Seluruh warga bertekad bangkit melalui deklarasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) disaksikan Bupati Sukabumi, Marwan Hamami.

BUPATI Sukabumi, Marwan Hamami, saat menghadiri deklarasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Kampung Pangkalan, Desa Bojonggaling. Foto : Sukabuminow

“Sangat terasa sekali kehadiran Pemkab Sukabumi dan HAKLI di Bantargadung. Kami semua bertekad, kejadian keracunan massal yang terjadi belum lama ini sebagai yang terkahir. Dan tidak boleh terjadi lagi,” tutur Ahmad Munawar.

Desa

Wilayah sebelah utara Bantargadung berbatasan dengan Kecamatan Cikidang, sebelah selatan dengan Kecamatan Simpenan, barat dengan Palabuhanratu, dan timur dengan Warungkiara tersebut, terdiri dari 7 desa. Di anataranya Bantargebang, Bojonggaling, Bantargadung, Mangunjaya, Limusnunggal, Buanajaya, Boyongsari. Desa Bantargadung menjadi yang terluas, dengan 1.071 hektare. Sedangkan Desa Boyongsari menjadi desa paling ‘mungil’ dengan luas wilayah mencapai 695 hektare.

Sering Dilanda Kekeringan Parah Saat Musim Kemarau

Camat Bantargadung, Ahmad Munawar, mengakui bahwa wilayahnya kerap dilanda kekeringan parah saat musim kemarau. Kesulitan air bersih saat musim kering dirasakan hampir secara merata oleh warga 7 desa. Namun yang paling parah dialami oleh Desa Bantargadung selaku ibu kota. Mengatasi hal itu, Munawar menghadirkan inovasi. Dengan melakukan pengeboran tanah di sekitar kantor kecamatan untuk mencari air bersih. Upaya itu berhasil, dan air yang dihasilkan mampu mencukupi kebutuhan warga.

KONDISI Sungai Cigadung di Bantargadung saat musim kemarau. Foto : Ist

“Musim kemarau seperti tahun ini, kami berikan air bersih kepada warga dari hasil pengeboran itu. Kita atur supaya adil. Dan alhamdulillah bisa membantu warga,” sambung Munawar.

Potensi Wilayah

Mata pencaharian utama warga Kecmaatan Bantargadung adalah pertanian. Potensi itu diakui oleh Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi yang telah melakukan berbagai uji coba tanaman pangan dan hortikultura di wilayah itu. Terbaru, jahe merah menjadi komoditas yang disiapkan untuk dibudidayakan di Bantargadung.

JAHE Merah. Foto : Ist

“Jahe merah sudah kita coba di Bantargadung. Dan hasilnya cukup memuaskan. Kelompok masyarakat tani di Bantargadung juga aktif. Makanya kami sering melakukan pemberdayaan di sna,” ungkap Kepala Seksie Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Deni Ruslan, belum lama ini.

Tak hanya jahe merah, Bantargadung juga memiliki tanaman terubuk berkualitas. Yang lebih mengejutkan, warga Bantargadung melalui kelompok masyarakat tani dibawah binaan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) mengubah terubuk menjadi olahan nugget dan bolu. Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) terlibat dalam kegiatan itu. Sebagai pembimbing.

WARGA Bantargadung tengah mengikuti bimbingan teknis pengolahan Terubuk menjadi nugget dan bolu di BPP. Foto : Sukabuminow

“Terubuk banyak di kita. Selama ini kan hanya dibuat sayur atau dibakar. Pengolahannya terbatas lah. Tapi, kami ingin menjadikan terubuk sebagai sesuatu yang bernilai lebih. Semoga kedepan, olahan terubuk dari Bantargadung dapat diterima masyarakat luas,” harap Munawar.

Penduduk

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2017, Kecamatan Bantargadung dihuni 41.501 jiwa. 10.548 jiwa di anataranya terkonsentrasi di Desa Bantargadung. Pertanian, menjadi mata pencaharian utama. Kekeringan yang kerap melanda, tak membuat warga menyerah untuk mengolah dan menggarap tanah pertanian. (DKIP)

Editor : Andra Permana II E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page