Sukabuminow.com || Lebih dari sebulan pascabencana alam yang melanda wilayah Kabupaten Sukabumi pada 6 Maret 2025, dampak kerusakan yang ditimbulkan masih terasa hingga kini. Ribuan warga terdampak, infrastruktur porak-poranda, serta sektor pertanian mengalami kerugian besar. Pemerintah daerah bersama instansi terkait tengah berpacu dengan waktu dalam upaya pemulihan dan rehabilitasi.
Dampak Meluas ke Sektor Pertanian
Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi mencatat, total 579,02 hektare lahan pertanian di sejumlah kecamatan terpapar dampak bencana, di mana 202,16 hektare di antaranya mengalami puso atau gagal panen total.
“Wilayah terdampak tersebar di lebih dari 20 kecamatan, mulai dari Gunungguruh, Cikembar, hingga Kalibunder dan Sagaranten,” ujar Gilar M. Akmal, Kepala Bidang Prasarana dan Penanggulangan Bencana Pertanian.
Saat ini, pihaknya sedang menginventarisasi data untuk pengajuan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi lahan ke pemerintah pusat dan provinsi. “Proses perhitungan kerugian masih berlangsung karena data bersifat dinamis,” tambah Gilar.
Kerusakan Infrastruktur dan Rumah Warga
Tak hanya sektor pertanian, infrastruktur publik dan pemukiman warga juga mengalami kerusakan berat. Berdasarkan laporan dari 17 desa di 3 kecamatan yang menetapkan status tanggap darurat, bencana ini menyebabkan:
- 6 korban jiwa meninggal,
- 2 orang luka-luka, dan
- 3 orang masih dalam pencarian.
Jumlah warga terdampak mencapai 4.837 kepala keluarga atau 8.244 jiwa.
Sementara itu, data kerusakan rumah mencatat:
- 361 unit rusak berat
- 1.047 rusak sedang
- 1.531 rusak ringan
Kerusakan infrastruktur yang dilaporkan meliputi 36 jembatan, 10 tembok penahan tanah (TPT), 8 saluran air, 20 tempat ibadah, 8 sekolah, dan 1 fasilitas umum lainnya.
Langkah ke Depan
Gilar menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak bisa hanya bersifat sementara. “Kami berharap ada dukungan lintas sektor agar proses pemulihan bisa berjalan cepat dan tepat sasaran, khususnya bagi petani yang kehilangan seluruh hasil tanamnya,” tuturnya. (Andry Hidayat)
Redaktur : Andra Permana
