Harus Jalani Operasi Pengangkatan Tumor Saraf, Maskiyah Tidak Memiliki Biaya
Sukabuminow.com || Maskiyah (48), warga asal Kampung Garung Babakan RT 4/6, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, harus menahan rasa sakit akibat menderita tumor di kepala yang menyerang sarafnya.
Suami Maskiyah, Sutisna (52) mengatakan, penyakit yang sudah akut tersebut menyerang saraf Maskiyah sejak tiga bulan lalu. Akibat penyakit yang dideritanya tersebut, kini tubuh Maskayah tidak bisa digerakan.
“Sekarang bicara istri saya jadi gagap. Makan minum juga harus dibantu,” katanya.
Tidak hanya itu, kesulitan dalam beraktivitas sehari-hari, membuat Maskiyah terpaksa harus melewati kesehariannya dengan terbaring lemas serta harus buang air kecil serta besar diatas tempat tidur.
“Kondisi fisiknya terus memburuk. Kami tidak mampu berbuat banyak untuk mengobati penyakit tersebut,” ujar Sutisna, Rabu (13/3/19).
Baca Juga :
Ia menjelaskan, Maskiyah sudah diperiksa ke dokter dan dibawa ke RSUD Syamsudin SH. Namun sayang, tim medis hanya bisa memberikan obat pehanan rasa sakit saja.
“Akhirnya kami bawa ke RS Sentosa Bandung untuk pemeriksaan dan pengobatan lanjutan. Di sana disarankan harus menjalani operasi bedah di bagian kepala,” paparnya.
Menyikapi saran tim medis agar segera menjalani operasi pengangkatan tumor tersebut, Sutisna mengaku bingung karena tidak memiliki biaya. Oleh karena itu, ia dan kekuarga berharap agar pemerintah bisa membantu untuk kesembuhan Maskiyah.
“Biaya pengobatan selama di RS Bunut dan RS Santosa itu berkat bantuan orang-orang dermawan,” ungkap Sutisna.
Sutisna mengaku memiliki Kartu KIS (Kartu Indonesia Sehat), tetapi ia ragu jika KIS tersebut bisa digunakan untuk menjalani operasi di Bandung. Ia hanya bisa berdoa agar istrinya bisa kembali sembuh dan bisa mendapatkan biaya untuk membawa istrinya berobat kembali.
“Takutnya ada biaya tambahan atau apa lah, belum biaya ke sana dan ketika di sana juga kan harus ada uang. Sedangkan saya cuman buruh harian yang penghasilan setiap harinya tidak menentu,” pungkasnya. (Eko Arief)
Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com




