Gunung Gombong Sukabumi, Surga Wisata Religi di Perbatasan Jawa Barat yang Kian Dilirik Nasional
Sukabuminow.com || Di tengah pesatnya pengembangan pariwisata berbasis alam dan budaya di Indonesia, Gunung Gombong di Desa Cijurey, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mulai mencuri perhatian sebagai destinasi wisata religi berkelas nasional. Berada di kawasan konservasi hutan Perhutani, gunung ini menyimpan perpaduan unik antara keindahan alam, nilai sejarah, serta spiritualitas yang masih terjaga.
Berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Sukabumi, Gunung Gombong dapat ditempuh dalam waktu 1 hingga 2 jam perjalanan. Akses menuju lokasi relatif mudah melalui jalur Paldua–Ciengang, dengan suguhan pemandangan hutan pinus, kebun kopi warga, serta udara pegunungan yang sejuk. Bagi wisatawan, perjalanan menuju Gunung Gombong bukan sekadar mobilitas, melainkan bagian dari pengalaman wisata itu sendiri.
Kawasan seluas 131,87 hektare ini dikenal sebagai habitat satwa dilindungi seperti owa Jawa, sekaligus wilayah dengan nilai religi yang kuat melalui keberadaan patilasan makam Syeh Maulana Mansyuruddin di Dusun Pasirhideung. Pada bulan-bulan tertentu, khususnya Rajab dan Syaban, kawasan ini ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah di Jawa Barat hingga luar provinsi.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menilai Gunung Gombong memiliki daya tarik khas yang tidak dimiliki banyak destinasi lain.
“Gunung Gombong menawarkan perpaduan nuansa magis, sejarah, dan keindahan alam yang asri. Hal ini menjadikannya sangat potensial sebagai destinasi unggulan wisata religi di Kabupaten Sukabumi, bahkan layak diperkenalkan di tingkat nasional,” ujar Ali, Kamis (5/2/26).
Menurutnya, konsep wisata yang dikembangkan di Gunung Gombong bukan berbasis eksploitasi, melainkan pengalaman spiritual yang selaras dengan konservasi alam. Model ini sejalan dengan tren pariwisata nasional yang mengarah pada sustainable tourism dan eco-spiritual tourism.
Ali menambahkan, pihaknya bersama pemangku kepentingan di daerah terus mendorong pengelolaan kawasan secara kolaboratif.
“Kami bersama seluruh stakeholder, khususnya Pemerintah Kecamatan Gegerbitung, telah melaksanakan berbagai kegiatan, mulai dari bersih-bersih kawasan hingga ziarah bersama. Tujuannya agar Gunung Gombong berkembang sebagai destinasi wisata religi unggulan, namun tetap menjaga kelebihan dan keistimewaannya,” jelasnya.
Dari sudut pandang pariwisata, Gunung Gombong tidak hanya menawarkan wisata ziarah, tetapi juga potensi wisata minat khusus, seperti trekking ringan, fotografi lanskap, wisata edukasi lingkungan, hingga wisata budaya berbasis kearifan lokal masyarakat sekitar.
Kombinasi antara alam yang masih perawan, narasi sejarah lokal, serta atmosfer spiritual menjadikan Gunung Gombong sebagai hidden gem Sukabumi yang mulai masuk radar wisatawan nasional. Jika dikelola secara konsisten dan terintegrasi dengan promosi digital, kawasan ini berpotensi menjadi ikon baru wisata religi Jawa Barat.
Dengan pendekatan pembangunan berkelanjutan, Gunung Gombong bukan hanya destinasi wisata, melainkan juga ruang refleksi, pelestarian nilai budaya, serta model pariwisata masa depan yang menempatkan harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas sebagai fondasi utama.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana




