Harga Beli Dari Tengkulak Turun, Petani Cabai Menjerit
Sukabuminow.com || Akhir-akhir ini banyak petani mengeluh dengan murahnya harga cabai merah saat dijual ke tengkulak. Kisaran harga cabai merah di tingkat tengkulak saat ini hanya Rp3 ribu hingga Rp7 ribu. Sehingga tak jarang, para petani lebih memilih membagikan cabai hasil panen mereka daripada menjualnya ke tengkulak.
Merosotnya harga cabai merah ditanggapi oleh pihak Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi. Deni Ruslan, Kepala Seksi Hortikultura, mengatakan penyebab utama turunnya harga cabai akibat panen yang terjadi bersamaan.
“Bukan hanya di Kabupaten Sukabumi. Tapi di sentra-sentra tanaman cabai di Jawa Barat dan Jawa Tengah juga sama,” tutur Deni saat dikonfirmasi Sukabuminow melalui aplikasi pesan singkat, Kamis (14/2/19).
Baca Juga :
- Bukan Budaya Islam, Wali Kota Sukabumi Larang Pelajar Rayakan Valentine
- Pembukaan TMMD di Desa Purwasedar Dipercepat
Akibat panen secara bersamaan, terjadi penumpukan suplai cabai merah ditingkat pedagang. Sehingga mau tidak mau, para petani terpaksa menjual hasil panennya meski dengan harga yang tidak sesuai.
“Serba salah, tidak dijual malah jadi busuk. Dijual juga murah. Kami (Dinas Pertanian) masih mencari solusi. Masalah ini bukan hanya di Kabupaten Sukabumi tapi di Jawa Barat bahkan Jawa Tengah,” tegasnya.
Pantauan Sukabuminow, harga cabai merah di Pasar Semimodern Palabuhanratu mengalami penurunan. Asep Setiawan, Kepala Koordinator Unit Pasar Semimodern Palabuhanratu, membenarkan hal itu saat ditemui di kantornya, Kamis (14/2/19).
“Harga cabai merah keriting sekarang Rp16 ribu dari sebelumnya Rp20 ribu per kilogram. Sementara harga cabai merah besar dari semula Rp28 ribu kini menjadi Rp25 ribu per kilogram,” pungkasnya. (Asdut)
Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com




