Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Warungkiara, Disdik Sukabumi Gandeng DP3A dan PGRI

Sukabuminow.com || Dugaan kekerasan seksual yang menimpa seorang siswi sekolah dasar di Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Peristiwa yang melibatkan korban usia anak itu mendorong Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi bergerak cepat melakukan pendampingan dan koordinasi lintas sektor agar penanganan berlangsung sesuai prosedur sekaligus memastikan hak-hak korban tetap terlindungi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, mengatakan pihaknya langsung menginstruksikan Bidang Kesiswaan untuk melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut bersama berbagai pihak terkait. Langkah itu dilakukan guna memperoleh informasi secara menyeluruh sekaligus memastikan penanganan berjalan secara profesional.

Berita Terkait:

“Kami telah menugaskan Bidang Kesiswaan untuk melakukan pendalaman bersama orang tua, Ketua PGRI, serta pengawas di wilayah tersebut. Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Deden, Jumat (26/6/26).

Selain melakukan pendalaman, Dinas Pendidikan juga menjalin koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi. Sinergi tersebut difokuskan pada pemberian pendampingan psikologis dan perlindungan terhadap korban selama proses penanganan berlangsung.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan DP3A untuk proses pendampingan. Mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak kembali terjadi,” katanya.

Deden menegaskan bahwa kasus kekerasan terhadap anak tidak bisa dipandang sebagai persoalan yang hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Menurutnya, perlindungan anak membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari keluarga, masyarakat, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah daerah.

Ia menjelaskan, tidak semua kasus kekerasan terhadap anak terjadi di lingkungan sekolah. Sebagian di antaranya berlangsung di luar jam belajar maupun di lingkungan tempat tinggal korban. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh.

“Kita ingin sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi peserta didik. Namun perlindungan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Harus ada sinergi antara orang tua, masyarakat, dan pemerintah daerah agar anak-anak mendapatkan perlindungan secara menyeluruh,” ungkapnya.

Sebagai langkah jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus memperkuat program sekolah ramah anak melalui kelompok kerja (Pokja) yang diketuai Sekretaris Daerah. Pokja tersebut menjadi wadah koordinasi lintas perangkat daerah dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Menurut Deden, program tersebut akan terus diperkuat melalui sosialisasi, edukasi, dan peningkatan kolaborasi dengan Dewan Pendidikan, PGRI, satuan pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Melalui Pokja yang diketuai Pak Sekda, kami akan terus melakukan sosialisasi serta memperkuat kerja sama dengan Dewan Pendidikan dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Pencegahan kekerasan terhadap anak tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja,” jelasnya.

Deden menilai keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat merupakan kunci utama mencegah terulangnya kasus serupa. Orang tua diharapkan semakin meningkatkan pengawasan terhadap anak, sementara lingkungan masyarakat didorong lebih peduli terhadap potensi kekerasan yang terjadi di sekitarnya.

“Harus ada keterlibatan bersama antara stakeholder pendidikan, orang tua, lingkungan masyarakat, pemerintah desa, hingga kecamatan. Semua harus bersinergi agar ke depan tidak terjadi lagi tindakan yang merugikan dan membahayakan anak-anak kita,” tegasnya.

Hingga kini, penanganan dugaan kasus kekerasan seksual tersebut masih berlangsung di bawah pendampingan instansi terkait. Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi memastikan akan terus mengawal proses tersebut sekaligus memperkuat berbagai langkah pencegahan agar seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Sukabumi benar-benar menjadi ruang yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang setiap anak.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru