Sukabuminow.com || Pemulihan masyarakat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, memasuki tahap penting. Kebutuhan lahan untuk relokasi korban terdampak kebakaran menjadi salah satu pokok pembahasan dalam pertemuan di Ruang Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, di Senayan, Jakarta, Rabu (12/8/26).
Dalam pertemuan tersebut, Camat Cisolok Okih Pazri Assidiq mendampingi Abah Hendrik Suhendrik Wijaya selaku Kasepuhan Ciptamulya dan Kepala Desa Sirnaresmi, Iwan Ruswandi, untuk menyampaikan perkembangan pemulihan masyarakat setelah kebakaran melanda kawasan kampung adat tersebut.
Bantuan untuk pembelian tanah atau lahan relokasi korban kebakaran Kasepuhan Ciptamulya juga diterima dalam pertemuan tersebut.
Okih mengatakan pertemuan tersebut menjadi momentum untuk menyampaikan langsung kondisi masyarakat Ciptamulya sekaligus kebutuhan yang masih harus dipenuhi dalam proses pemulihan.
Menurutnya, persoalan lahan menjadi kebutuhan penting karena relokasi tidak sekadar berkaitan dengan pembangunan tempat tinggal baru.
“Kami menyampaikan kondisi dan perkembangan penanganan serta pemulihan masyarakat Kasepuhan Ciptamulya. Salah satu kebutuhan utama yang dibahas adalah penyediaan lahan untuk relokasi warga terdampak kebakaran,” ujar Okih.
Ia mengatakan bantuan yang diterima diharapkan dapat mempercepat proses penyediaan lahan. Dengan begitu, masyarakat terdampak memiliki kepastian dalam menata kembali kehidupan mereka setelah bencana.
“Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat Ciptamulya karena proses pemulihan membutuhkan kepastian tempat untuk kembali membangun kehidupan. Kami akan terus mengawal agar bantuan dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran,” katanya.
Pertemuan tersebut berlangsung bersama Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, dan Wakil Ketua DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa.
Okih menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Kasepuhan Ciptamulya.
“Dukungan ini menjadi bagian dari kepedulian terhadap masyarakat yang masih menjalani proses pemulihan pascakebakaran,” katanya.
Okih menegaskan, proses relokasi masyarakat Ciptamulya tidak dapat dipandang semata-mata sebagai pemindahan warga dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Ciptamulya merupakan komunitas adat dengan tata kehidupan yang berkaitan erat dengan tradisi, lingkungan, dan nilai budaya masyarakat setempat.
Karena itu, kebutuhan lahan relokasi harus memperhatikan karakteristik sosial dan budaya masyarakat.
“Relokasi harus tetap memperhatikan kearifan lokal, nilai budaya, serta karakteristik Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya. Jangan sampai pemulihan fisik justru memutus hubungan masyarakat dengan nilai-nilai yang selama ini mereka jaga,” ujar Okih.
Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar pemulihan tidak hanya menghasilkan tempat tinggal baru, tetapi juga mampu mengembalikan kehidupan sosial masyarakat secara utuh.
“Pemerintah Kecamatan Cisolok bersama Pemerintah Desa Sirnaresmi dan Kasepuhan Ciptamulya akan melanjutkan koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan proses penyediaan lahan, relokasi, dan pemulihan dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak,” jelas Okih.
Layanan Komunikasi di Cisolok Juga Diperkuat
Dalam rangkaian pembahasan tersebut, kebutuhan konektivitas masyarakat juga menjadi perhatian.
Pemasangan BTS Combat Telkomsel direncanakan dilakukan di Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok, untuk menangani wilayah yang sebelumnya mengalami keterbatasan atau blank spot jaringan komunikasi.
“Ketersediaan jaringan komunikasi menjadi penting, terutama bagi masyarakat di wilayah dengan kondisi geografis yang memiliki tantangan akses. Konektivitas juga dapat mendukung pelayanan masyarakat, komunikasi dalam kondisi darurat, serta aktivitas ekonomi dan sosial warga,” ungkap Okih.
Ia memastikan Kecamatan Cisolok akan terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Sirnaresmi, Kasepuhan Ciptamulya, dan instansi terkait setelah pertemuan di Jakarta tersebut.
“Terima kasih atas perhatian dan kepedulian kepada masyarakat Kasepuhan Ciptamulya. Bantuan ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang sedang dalam proses pemulihan pascabencana,” pungkasnya.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana
