Air Bersih Jadi Prioritas, Pemkab Sukabumi Perkuat Infrastruktur SAB hingga Rumah Warga

Sukabuminow.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus mempercepat pemerataan pembangunan Sarana Air Bersih (SAB) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Program yang mendapat dukungan DPRD Kabupaten Sukabumi tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi strategi jangka panjang dalam memenuhi hak masyarakat atas air bersih, meningkatkan kesehatan lingkungan, serta menekan angka stunting.

Pembangunan sumur bor tersebut te tentunya membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Pelaksanaan program tersebut dapat mencapai Rp90 juta rupiah per pekerjaan.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menegaskan bahwa nilai tersebut bukan hanya untuk kegiatan pengeboran atau pengadaan pompa air, melainkan mencakup keseluruhan sistem penyediaan air bersih yang siap dimanfaatkan masyarakat.

“Program Sarana Air Bersih merupakan investasi jangka panjang bagi masyarakat. Anggaran yang dialokasikan bukan hanya untuk membuat sumur bor, tetapi mencakup seluruh sistem agar air bersih dapat langsung dimanfaatkan warga secara optimal. Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Sendi, Jumat (26/6/26).

Ia menjelaskan, setiap paket pekerjaan dirancang sebagai sistem penyediaan air minum yang utuh sehingga masyarakat tidak lagi dibebani biaya tambahan setelah pembangunan selesai.

Dalam satu paket pekerjaan, anggaran tersebut meliputi pembangunan sumur bor dalam (deep well), pembangunan menara air, pemasangan toren berkapasitas 3.000 liter, pembangunan jaringan sambungan rumah (SR) sesuai jumlah penerima manfaat, hingga penyediaan berbagai peralatan pendukung yang diperlukan agar sistem dapat beroperasi dengan baik.

Menurut Sendi, besaran anggaran dapat berbeda pada setiap lokasi karena dipengaruhi oleh jumlah sambungan rumah yang dilayani, kondisi lapangan, serta kebutuhan peralatan pendukung lainnya.

“Semakin banyak warga yang menerima sambungan rumah, tentu kebutuhan jaringan distribusi juga bertambah. Karena itu, nilai kontrak dapat berbeda antar lokasi, namun seluruhnya disusun berdasarkan kebutuhan teknis dan perencanaan yang telah dihitung secara profesional,” katanya.

Program ini menjadi bagian penting dalam pemerataan pelayanan dasar, khususnya bagi masyarakat yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih.

“Selain memenuhi kebutuhan sehari-hari, ketersediaan air bersih yang layak diyakini mampu memperbaiki sanitasi lingkungan, mengurangi risiko penyakit berbasis lingkungan, mendukung percepatan penurunan angka stunting, hingga meningkatkan produktivitas ekonomi keluarga karena masyarakat tidak lagi menghabiskan banyak waktu untuk memperoleh air bersih,” tegasnya.

Disperkim Kabupaten Sukabumi juga memastikan seluruh proses pembangunan dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Sendi menegaskan pihaknya tidak akan menerima hasil pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis maupun Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Kami berkomitmen menjaga kualitas setiap pekerjaan. Seluruh pelaksanaan diawasi dan harus sesuai dengan spesifikasi teknis serta RAB yang telah ditetapkan. Apabila ditemukan pekerjaan yang tidak memenuhi ketentuan, tentu akan kami tindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan sarana air bersih. Kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama merawat aset yang telah dibangun serta bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi agar tercipta ruang publik yang sehat dan kondusif,” pungkas Sendi.

Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru