Sukabumi Percepat Pemutakhiran Data Keluarga, DPPKB Soroti Akurasi SIGA
Sukabuminow.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mulai memperkuat kualitas data keluarga sebagai fondasi utama penyusunan kebijakan sosial dan pelayanan masyarakat. Langkah itu kini menjadi fokus strategis Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi melalui monitoring Program MBG untuk bu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita (non-PAUD) atau 3B di Kecamatan Gegerbitung, bersama Bupati Sukabumi Asep Japar dan Wakil Bupati Andreas, belum lama ini.
Program tersebut tidak lagi dipandang sebatas agenda pendampingan lapangan atau kegiatan seremonial. Di tengah kebutuhan data yang semakin presisi, validasi dan pemutakhiran informasi keluarga dinilai menjadi penentu keberhasilan berbagai program pemerintah, mulai dari penanganan stunting, kemiskinan, hingga intervensi pelayanan keluarga berbasis kebutuhan riil masyarakat.
Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang Nugraha, mengatakan kualitas data menjadi tantangan besar yang harus dijawab pemerintah daerah agar seluruh program berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Data yang akurat menjadi dasar dalam menentukan kebijakan dan langkah intervensi program. Karena itu, kami terus mendorong sinergi antara petugas lapangan, kader, dan pemerintah desa agar proses verifikasi serta pemutakhiran data keluarga pada SIGA dapat berjalan optimal,” ujar Eka, Sabtu (9/5/26).
Menurutnya, monitoring Program MBG 3B di Kecamatan Gegerbitung menjadi bagian penting dalam memastikan data keluarga yang masuk ke dalam Sistem Informasi Keluarga (SIGA) benar-benar sesuai kondisi faktual di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, DPPKB bersama jajaran pemerintah daerah melakukan pengecekan langsung terhadap pelaksanaan program, sekaligus berdialog dengan kader dan petugas lapangan terkait hambatan verifikasi data keluarga di tingkat desa.
“Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam penguatan Program Bangga Kencana yang menitikberatkan pada integrasi data kependudukan dan keluarga sebagai basis pembangunan manusia,” imbuh Eka.
Ia menilai, pemutakhiran data keluarga saat ini menjadi kebutuhan mendesak di tengah dinamika sosial masyarakat yang terus berubah. Sebab, ketidaksesuaian data berpotensi menyebabkan layanan pemerintah tidak tepat sasaran.
“Program MBG 3B diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui pelayanan yang tepat sasaran dan berbasis data yang berkualitas. Karena itu, proses verifikasi di lapangan harus dilakukan secara cermat dan berkelanjutan,” katanya.
Penguatan validasi data itu juga menjadi tindak lanjut dari surat BKKBN Provinsi Jawa Barat Nomor B-431/LP.02/J10/2026 tentang peningkatan kualitas pengelolaan data dan informasi Program Bangga Kencana, khususnya verifikasi data MBG 3B dan pemutakhiran data keluarga pada SIGA.
Di Kabupaten Sukabumi, akurasi data keluarga kini mulai menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan efektivitas program pembangunan daerah. Pemerintah daerah menilai, data yang terintegrasi dan mutakhir akan mempercepat pengambilan keputusan sekaligus memperkuat pelayanan publik berbasis kebutuhan masyarakat.
“Melalui penguatan monitoring di wilayah kecamatan, kami berharap kualitas data keluarga semakin akurat, terintegrasi, dan mampu mendukung perencanaan pembangunan keluarga secara lebih efektif di masa mendatang,” pungkasnya.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana




