AdvertorialKabupaten SukabumiPeristiwa

Bencana Hidrometeorologi Meluas, BPBD Sukabumi Perkuat Koordinasi Lapangan

Sukabuminow.com || Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah. Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD, hujan deras yang mengguyur sejak pagi hingga malam pada Selasa (16/12/25) menyebabkan banjir, longsor, dan cuaca ekstrem di enam kecamatan.

Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menegaskan bahwa meskipun dampak bencana cukup meluas, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Bencana hidrometeorologi ini dipicu intensitas hujan tinggi yang berlangsung cukup lama. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa, dan seluruh warga terdampak telah mendapatkan penanganan awal,” ujar Daeng, Rabu (17/12/25).

Enam kecamatan yang terdampak meliputi Jampangtengah, Palabuhanratu, Parungkuda, Warungkiara, Simpenan, dan Cikembar, dengan karakteristik kejadian yang berbeda di setiap wilayah.

Di Kecamatan Jampangtengah, banjir melanda Kampung Tangkil RT 023 dan 025 RW 007, Desa Bantaragung. Sebanyak 10 hektare lahan pertanian terendam air, sehingga berpotensi menyebabkan gagal panen dan berdampak pada ketahanan pangan warga setempat.

Sementara itu, di Kecamatan Palabuhanratu, cuaca ekstrem mengakibatkan satu rumah warga di Kampung Bagbagan RT 01/01, Desa Jayanti, ambruk. Seorang warga terdampak telah dievakuasi dan diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Dampak signifikan juga terjadi di Kecamatan Parungkuda, tepatnya di Kampung Cipanggulaan RT 006/003, Desa Pondokkaso Landeuh. Sebuah jembatan sepanjang 160 meter dengan lebar satu meter terputus akibat longsor, sehingga mengganggu mobilitas warga.

Di Kecamatan Simpenan, banjir dan longsor melanda Kampung Cimalaka dan Cipicung, Desa Mekarasih. Longsor tebing setinggi empat meter menutup akses jalan desa, menyebabkan jalur kendaraan terisolasi. Selain itu, jembatan penghubung Desa Mekarasih dengan Kecamatan Warungkiara putus akibat gerusan air, serta saluran irigasi Pasirmalang jebol yang mengancam delapan hektare lahan pertanian mengalami kekeringan.

Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Warungkiara, di mana longsor di lima titik menyebabkan jalan desa dan kabupaten amblas serta tertutup material longsoran, sehingga memerlukan penanganan lanjutan.

Adapun di Kecamatan Cikembar, pergerakan tanah di Kampung Cimenteng RT 01/05, Desa Sukamulya, mengakibatkan satu rumah amblas dan tiga rumah lainnya dalam kondisi terancam.

Daeng Sutisna menambahkan, BPBD Kabupaten Sukabumi saat ini terus melakukan penanganan darurat, pendataan lanjutan, serta berkoordinasi dengan perangkat daerah, aparat kewilayahan, dan relawan kebencanaan guna memastikan keselamatan warga serta mempercepat proses pemulihan.

“Kami tetap siaga dan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah rawan bencana, mengingat potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi,” pungkasnya.

Melalui langkah cepat dan koordinasi lintas sektor, BPBD Kabupaten Sukabumi berkomitmen memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat serta meminimalkan dampak bencana hidrometeorologi di wilayahnya.

Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page