BNPB Tinjau Rumah Contoh Korban Tanah Longsor Sukabumi, Bukti Keseriusan Pemerintah

Sukabuminow.com || Korban pergeseran tanah di Kampung Ciodeng RT 05/02, Desa Wanajaya, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menerima bantuan Rumah Instan Kuat Sehat dan Aman (RIKSA), rumah yang siap huni sekaligus menjadi rumah percontohan.
Hal ini terungkap saat kunjungan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto bersama BPBD dari 19 kota/kabupaten di Indonesia. “Kunjungan ini menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming untuk meninjau kondisi korban pergerakan tanah di Kabupaten Sukabumi,” ujar Suharyanto, Rabu (8/1/25).
Menurutnya, rumah contoh yang dibangun dengan anggaran Rp60 juta ini merupakan langkah pemerintah untuk memberikan solusi cepat bagi masyarakat terdampak. “Rumah ini dirancang agar dapat menjadi contoh bagi 19 kabupaten/kota lainnya. Dengan dokumentasi yang baik, mereka dapat menerapkannya di wilayah masing-masing,” jelasnya.
Dia juga menambahkan, proses pembangunan rumah dilakukan dalam waktu singkat agar masyarakat yang terdampak segera keluar dari tempat pengungsian. “Ini wujud kecepatan pemerintah dalam membantu rakyat. Bencana terjadi Desember 2024, tetapi di awal 2025 tahap rehabilitasi sudah berjalan,” katanya.
Saat ini, Kabupaten Sukabumi memasuki tahap transisi tanggap darurat. Pemerintah fokus mengembalikan kehidupan masyarakat seperti semula, terutama membangun kembali rumah warga yang hancur. Tahap pertama mencakup 400 rumah rusak berat, sementara total kerusakan mencapai hampir 9.000 rumah.
Respons Pemerintah Daerah
Wakil Bupati Sukabumi, Iyos Somantri, mengapresiasi pembangunan rumah contoh ini. “Dengan anggaran Rp60 juta, hasilnya sangat memuaskan. Pengerjaan hanya memakan waktu 12 hari, dan ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Iyos.
Pemerintah daerah juga didorong segera mengirimkan data tambahan untuk percepatan relokasi. Menurut Iyos, terdapat perbedaan antara relokasi mandiri dan yang ditentukan pemerintah. Relokasi mandiri lebih cepat karena masyarakat sudah memiliki lahan, sementara relokasi dari pemerintah sering terkendala masalah lahan dan persetujuan masyarakat.
“Kami arahkan ke lahan Perhutani, PTP, atau perkebunan lain yang bisa dimanfaatkan,” tambahnya.
Apresiasi dari Pemerintah Desa
Kepala Desa Wanajaya, Dedi Saputra, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan rumah contoh untuk warganya. “Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah atas bantuan ini. Dari 12 rumah terdampak, lima mengalami kerusakan berat dan tujuh rusak ringan akibat hujan deras pada 2 hingga 4 Desember 2024,” ungkap Dedi.
Ia berharap pembangunan rumah untuk korban lain segera dilanjutkan. “Sebagian warga memilih relokasi mandiri, termasuk rumah contoh ini, yang lahannya dihibahkan oleh dermawan,” tutup Dedi. (Edo)
Editor : Andra Permana




