AdvertorialKabupaten SukabumiPemerintahan

Warga Pajampangan Disentuh Sosialisasi Rokok Ilegal

Sukabuminow.com || Selama empat hari beruntun, Satpol PP Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengelilingi wilayah Pajampangan untuk melakukan sosialisasi Identifikasi Peredaran Rokok Cukai Ilegal.

Sosialisasi dilakukan kepada masyarakat dari empat wilayah, yakni Kecamatan Surade pada Senin (28/8/23), Kecamatan Ciracap pada Selasa (29/8/23), Kecamatan Jampangkulon pada Rabu (30/8/23), dan terakhir, Kecamatan Cibitung pada Kamis (31/8/23).

“Kita terus maraton melakukan sosialisasi ini. Kami tidak akan memberikan ruang kepada para pelaku pemalsu cukai rokok maupun rokok tanpa cukai atau ilegal untuk beredar di Kabupaten Sukabumi, terang Plt Kasatpol PP Kabupaten Sukabumi, Uang Burhanuddin, melalui Kepala Bidang Penegak Perda, Yusep Wahyu Kodara.

Yusep menjelaskan, sosialisasi yang dilakukan tetap berkolaborasi dengan Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Dan Cukai Tipe Madya Pabean A Bogor.

“Sosialisasi kepada masyarakat Surade dan Ciracap kami gelar di Pondok Hexa di Ujunggenteng. Sedangkan sosialisasi kepada masyarakat Jampangkulon dan Cibitung digelar di Pondok Mutiara, Surade,” jelasnya.

Setiap sosialisasi, kata Yusep, dihadiri oleh 100 orang. Sehingga dalam empat hari sosialisasi digelar, total 400 orang dari empat wilayah tersebut hadir sebagai perwakilan.

“Harapan kami kepada para peserta, agar dapat menyampaikan kembali kepada masyarakat luas terkait apa saja ciri-ciri rokok ilegal dan cukai palsu. Serta menginformasikan bahaya dan kerugiannya apa saja. Jangan sampai terperdaya,” tegasnya.

Sementara itu personel Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Dan Cukai Tipe Madya Pabean A Bogor, Retno Wulandari, yang bertindak sebagai pemateri menegaskan, pihaknya kerap mengulang materi yang disampaikan. Hal itu dilakukan sebagai bentuk penegasan agar apa yang disampaikan tertanam dalam benak peserta sosialisasi.

“Ciri utama rokok ilegal atau cukai palsu itu ada lima. Kami sampaikan itu berulang-ulang bahkan kami jadikan bahan untuk tanya jawab dengan peserta. Cirinya itu polos atau tanpa pita cukai, rokok dengan pita cukai palsu, rokok dengan pita cukai bekas, rokok dengan pita cukai salah personalisasi, dan rokok dengan pita cukai salah peruntukan,” tegas Retno.

Ia juga menjelaskan kepada peserta yang merupakan perwakilan masyarakat dari empat wilayah tersebut, bahwa penekanan rokok ilegal merupakan bagian dari realisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 206/PMK.07/2020 tentang Penggunaan, Pemantauan dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

“Kami juga sosialisasikan sanksinya bagi orang yang mengedarkan bahkan membuat rokok ilegal. Sanksinya tidak main-main ya. Pidananya bisa sampai lima tahun penjara berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Junto Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai,” tegasnya.

“Kami mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi bahkan mencegah peredaran rokok ilegal di Kabupaten Sukabumi. Jangan sampai para pelaku bergerak bebas di sekitar masyarakat. Yang menemukan hal itu, sebaiknya melaporkannya ke Satpol PP Kabupaten Sukabumi atau ke kecamatan masing-masing untuk nanti ditindaklanjuti,” pungkasnya. (Asdut)

Editor : Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button