Sinergi TNI dan Pemkab Sukabumi, TMMD 2026 Targetkan Dampak Ekonomi Berkelanjutan
Sukabuminow.com || Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun Anggaran 2026 di Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, menjadi simbol kuat sinergi pusat dan daerah dalam mendorong percepatan pembangunan desa.
Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, mendampingi Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Penanggung Jawab Operasional TMMD yang dipimpin Brigjen TNI Edi Yusnandar, Kamis (5/3/26). Kehadiran jajaran pemerintah daerah bersama TNI menunjukkan komitmen kolektif dalam memastikan program berjalan efektif, tepat sasaran, dan berdampak luas.
Secara nasional, TMMD merupakan instrumen strategis yang memperkuat pembangunan berbasis kewilayahan. Di Sukabumi, program ini diarahkan untuk mempercepat konektivitas desa, meningkatkan kualitas hunian masyarakat, serta memperkuat akses sanitasi dan air bersih.
Brigjen TNI Edi Yusnandar menegaskan bahwa capaian sasaran fisik dan nonfisik TMMD di Parakanlima menunjukkan hasil yang positif dan sesuai prosedur.
Beberapa program prioritas yang telah direalisasikan, meliputi pembangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu), pembangunan dan peningkatan jalan desa, pembangunan fasilitas sanitasi (WC), hingga enyediaan sarana air bersih.
Seluruh kegiatan tersebut merupakan bagian dari program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) yang bertujuan memperkuat ketahanan wilayah dari tingkat desa.
Meski terdapat dinamika di lapangan, kendala yang muncul dinyatakan dapat diatasi secara cepat melalui koordinasi lintas sektor. Target penyelesaian 100 persen pada penutupan kegiatan diyakini dapat tercapai.
Pembangunan infrastruktur desa tidak berhenti pada penyelesaian fisik semata. Keberlanjutan dan pemeliharaan menjadi kunci utama agar manfaatnya dirasakan jangka panjang.
Infrastruktur jalan desa, misalnya, membuka akses distribusi hasil pertanian dan usaha mikro. Penyediaan air bersih serta sanitasi yang layak meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Sementara program Rutilahu memperkuat ketahanan sosial keluarga penerima manfaat.
Efek berganda (multiplier effect) dari pembangunan tersebut diyakini akan mendorong peningkatan produktivitas masyarakat, pertumbuhan usaha mikro dan sektor pertanian, pengurangan biaya logistik desa, hingga peningkatan nilai ekonomi wilayah.
Dengan demikian, Parakanlima tidak hanya menjadi lokasi program, tetapi model pembangunan desa berbasis kolaborasi TNI dan pemerintah daerah.
Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, mengapresiasi pelaksanaan TMMD yang dinilai berjalan tertib, terarah, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Sukabumi memandang TMMD sebagai bagian dari strategi percepatan pembangunan daerah yang selaras dengan agenda pembangunan nasional,” ujarnya.
Menurutnya, program ini harus benar-benar memberikan manfaat konkret bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong akselerasi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi warga Desa Parakanlima.
Wabup juga menekankan pentingnya menjaga kesinambungan kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah agar pembangunan desa tidak bersifat parsial, melainkan berkelanjutan dan terukur.
Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana




