Kabupaten SukabumiPeristiwa

Banjir Kembali Terjang Palabuhanratu Sukabumi, Warga Trauma Kejadian 2025

Sukabuminow.com || Banjir kembali melanda wilayah Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu (24/5/26). Hujan deras yang mengguyur kawasan ibu kota Kabupaten Sukabumi sejak pukul 13.30 WIB menyebabkan sejumlah sungai meluap dan merendam permukiman warga di beberapa titik.

Peristiwa ini sontak mengingatkan warga pada banjir serupa yang pernah terjadi pada Maret dan Desember 2025 lalu. Meski air kini mulai surut, trauma warga masih terasa, terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan pinggiran sungai.

Sekretaris Kecamatan Palabuhanratu, Hendriana, mewakili Pelaksana Tugas Camat Palabuhanratu, Sutopo, mengatakan debit air mulai meningkat sekitar pukul 16.00 WIB di sejumlah wilayah rawan banjir.

“Sementara ini yang dapat dilaporkan beberapa lokasi yang terdampak di antaranya Kampung Cangehgar RW 02, Kampung Kebonkalapa RW 08, Kampung Cempakaratu RW 09, Kampung Gumelar atau Ojolali, RW 17 Cijambe, kemudian RW 27 POM Bensin Pasar, RW 28 Gadobangkong, hingga kawasan pasar dan dermaga,” ujarnya.

Menurut Hendri, pihak kecamatan bersama relawan dan pengurus lingkungan langsung bergerak melakukan pemantauan sekaligus menyampaikan imbauan kepada warga agar segera melakukan evakuasi mandiri.

“Kami dibantu para relawan menyampaikan imbauan kepada masyarakat melalui pengurus lingkungan untuk segera melakukan evakuasi mandiri. Saat ini kami juga masih berada di lapangan untuk memonitor perkembangan,” katanya.

Salah satu titik yang cukup terdampak berada di Kampung Cijambe RT 01 RW 17. Sejumlah rumah warga terendam akibat luapan Sungai Cigangsa yang tidak mampu menampung debit air kiriman dari hulu.

Di lokasi tersebut, seorang warga bernama Awan mengaku panik ketika air tiba-tiba masuk ke dalam rumahnya. Ia mengatakan hujan deras yang berlangsung selama beberapa jam membuat air sungai cepat meluap.

“Air datang cukup cepat. Awalnya hanya di halaman, tidak lama kemudian masuk ke rumah. Kami langsung menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diangkat,” ujarnya.

Awan mengaku peristiwa banjir kali ini membuat warga kembali teringat bencana serupa yang terjadi beberapa bulan lalu. Meski begitu, ia bersyukur karena banjir kali ini tidak berlangsung terlalu lama.

“Sekarang air sudah mulai surut. Warga bersama-sama membersihkan lumpur dan rumah masing-masing. Mudah-mudahan tidak hujan lagi malam ini,” katanya.

Hendri menambahkan, sekitar pukul 18.15 WIB kondisi debit air di sejumlah titik mulai berangsur surut. Meski demikian, aparat kecamatan bersama unsur relawan masih bersiaga mengantisipasi kemungkinan hujan susulan.

Hingga Minggu malam, warga di sejumlah kampung terdampak terlihat bergotong royong membersihkan rumah, jalan lingkungan, dan saluran air dari lumpur serta sampah yang terbawa arus banjir.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page