AdvertorialKabupaten SukabumiPemerintahanPertanian

Tingkatkan Kualitas Dokumen Renja Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aplikasi e-TANY Diluncurkan

Sukabuminow.com || Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dinilai masih belum optimal dalam pendekatan proses perencanaan teknokratis. Pendekatan teknokratik yang tertuang dalam background study Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) rencana strategis (renstra) belum didetailkan dalam Rencana Kerja Dinas Pertanian.

Untuk mengatasi hal itu, Kepala Sub Bagian Keuangan, Perencanaan, dan Evaluasi (KPE) Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Rilla Haeruliah, merancang sebuah aplikasi bernama Electronic Technocratic Agriculture on Priority (e-TANY), yang menjadi aksi perubahan perempuan bergelar Sarjana Pertanian tersebut. Saat ini, Rilla tengah menjalani Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan II Tahun 2024.

“Perencanaan itu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat melalui urutan pilihan dengan memperhitungkan sumberdaya yang tersedia. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Nasional menyebutkan bahwa Perencanaan pembangunan harus disusun secara sistematis, terarah, terpadu, menyeluruh dan tanggap terhadap perubahan,” kata ibu dua anak itu, Kamis (25/7/24).

Menurutnya, pendekatan perencanaan dalam sistem perencanaan pembangunan dilakukan melalui beberapa proses, di antaranya pendekatan politik, teknokratik, partisipatif, dan top down – bottom up. Semua pendekatan tersebut merupakan bahan yang dibutuhkan untuk menyusun dokumen perencanaan.

“Dokumen perencanaan yang memuat semua pendekatan perencanaan baik dari sisi proses maupun sisi substansi merupakan dokumen perencanaan ideal dan utuh karena mewakili semua pendekatan perencanaan,” kata perempuan berkacamata itu.

Seperti disebutkan di awal, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi masih memiliki permasalahan dalam pendekatan proses perencanaan teknokratik. Hal itu disebabkan oleh sejumlah faktor, antara lain Usulan kegiatan masih dilakukan secara manual/kurangnya infrastruktur dan teknologi; Pengumpulan usulan kegiatan/program dilakukan bersamaan dengan proses penyusunan dokumen perencanaan (T-1) sehingga data yang diharapkan tidak terpenuhi dengan optimal; dan Keterbatasan sumber daya, baik sarana prasarana, SDM, maupun anggaran.

“Penyebab itu harus diatasi, sehingga dokumen renja yang ideal dan utuh dapat ditampilkan. Solusi yang ditawarkan adalah melalui pembuatan aplikasi e-TANY,” terang pemilik aksi perubahan dengan judul ‘Optimalisasi Proses Perencanaan Teknokratis
Melalui e-Tany Pada Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi’ itu.

e-TANY, sambung Rilla, merupakan aplikasi berbasis web tentang sistem pengusulan/pengajuan proposal kegiatan pertanian secara online dengan referensi lokasi prioritas berdasarkan rancangan teknokratik Dinas Pertanian. Aplikasi tersebut diharapkan mampu mengatasi n permasalahan-permasalahan proses perencanaan teknokratik Dinas Pertanian.

“Sehingga dokumen Renja Dinas Pertanian lebih berkualitas dan program/kegiatan yang akan dilaksanakan lebih mudah terukur dan lebih tepat sasaran,” tandasnya. (Andra)

Editor : Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page