Sukabuminow.com || Dua hari yang penuh kecemasan akhirnya berakhir dengan kelegaan. Fahri Maulana, bocah 13 tahun asal Kampung Lemper, Desa Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang sempat menghilang, kini kembali ke pelukan keluarganya. Namun, kisah yang menyertai hilangnya Fahri bukanlah cerita biasa.
Minggu (29/12/24) malam itu, Fahri berpamitan kepada ayahnya, Aat Sukatma, untuk membeli es teh favoritnya dengan uang 3.000 rupiah. Dengan polosnya, ia meninggalkan rumah seperti biasa. Namun, menit-menit berlalu menjadi jam, dan harapan akan kembalinya Fahri perlahan berubah menjadi keresahan yang menusuk hati.
“Awalnya dia bilang mau beli es. Tapi setelah setengah jam, saya tunggu-tunggu, dia tidak kembali. Bahkan di warung tempat dia biasa beli pun tidak ada,” tutur Aat dengan nada penuh kegelisahan saat ditemui, Selasa (31/12/24).
Ketika malam berganti hari, pencarian tanpa hasil membuat Aat dan keluarganya dilanda kebingungan. Pencarian pun diperluas hingga ke Cibinong dan Gunung Putri, namun Fahri tetap tak ditemukan. Rasa lelah bercampur putus asa mulai meliputi keluarga kecil itu.
Ditemukan Linglung di Palabuhanratu
Harapan akhirnya muncul dari sebuah kabar tak terduga. Fahri ditemukan di depan Markas Koramil 2202/Palabuhanratu, Sukabumi. Dalam kondisi linglung, ia mondar-mandir tanpa arah hingga menarik perhatian Sersan Kuntoro, seorang anggota piket Koramil Palabuhanratu. Setelah diajak bicara, diketahui bahwa Fahri kehilangan arah dan sudah tidak punya ongkos untuk pulang.
“Fahri terlihat kebingungan di depan Makoramil. Setelah ditanyakan, kami langsung berkoordinasi dengan Bhabinsa Citeureup. Alhamdulillah, identitas dan keluarganya berhasil kami lacak,” ungkap Letkol Kav. Andhi Ardana Valeriandra, Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi.
Momen haru tak terhindarkan ketika Fahri akhirnya dipertemukan kembali dengan keluarganya. Aat yang selama dua hari terakhir dilanda kecemasan tak kuasa menahan air matanya saat memeluk putranya yang ditemukan dalam keadaan selamat.
Pelajaran Berharga Bagi Orang Tua
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi semua orang tua untuk selalu waspada, terutama saat musim liburan. Kehilangan anak adalah mimpi buruk yang tak ingin dialami siapa pun.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, apalagi saat liburan, untuk selalu memantau anak-anaknya. Jangan biarkan mereka pergi tanpa pengawasan. Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang,” pesan Andhi Ardana dengan tegas.
Kini, Fahri telah kembali ke rumahnya di Citereup, Kabupaten Bogor, membawa kisah yang menjadi pengingat akan pentingnya perhatian dan kewaspadaan. Sementara itu, keluarga kecil ini akhirnya bisa tidur nyenyak setelah dua hari penuh keresahan. (Edo)
Editor : Andra Permana
