AdvertorialKabupaten SukabumiParlemen

Terkait Postingan Apih Yance, Dua Politisi Golkar Kabupaten Sukabumi Buka Suara

Reporter : Ceppy ST

Sukabuminow.com || DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi mengambil langkah tegas terkait postingan di akun media sosial milik Apih Yance, yang mempertanyakan Alat Pelindung Diri (APD) dari Partai Golkar yang disebut Yance menggunakan APBD Kabupaten Sukabumi.

Bendahara Umum DPD Golkar Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, mengaku sangat menyayangkan masih ada seseorang yang terbilang tokoh, namun menyebarkan berita bohong atau hoax.

“Apih Yance itu kan dulu pernah aktif sekitar tahun 2004 di Partai Golkar. Tapi sekarang ternyata seperti itu. Terlepas ini soal pembusukan menjelang Pilkada Kabupaten Sukabumi, tetap saja nama Partai Golkar yang dirugikan. Dan menurut saya, ini sudah ada unsur pidananya di UU ITE,” terang Budi, Sabtu (11/4/20).

“Kami masih menugggu klarifikasi dari yang bersangkutan, sebelum kami lanjutkan ramah hukum,” tegas Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi itu.

Dihubungi terpisah, Politisi Partai Golkar lainnya, Dennys Ali Perkasa, mengatakan, samgat menyayangkan postingan Apih Yance terkait APD tersebut.

“Yang saya sesalkan, yang bersangkutan dulu ada di dalam Golkar. Tapi seperti tidak tahu ruh dari Partai Golkar itu sendiri. Memposting sesuatu di medsos tanpa tabayyun dulu. Padahal, APD berupa masker itu bantuan pribadi dari Ketua Umum Partai Golkar (Airlangga Hartarto),” beber Dennys, Sabtu (11/4/20).

Ia menjelaskan, APD tersebut tidak dibagikan melalui DPD Golkar Kabupaten Sukabumi. Melainkan melalui saudara Airlangga Hartarto bernama Eko.

“Bahkan Mas Eko sempat komen di postingan Apih Yance, bahwa itu bantuan dari Pak Airlangga dan menjadi tanggung jawabnya dan bukan tanggung jawab pak bupati selaku Ketua DPD. Itu murni dari kantong Pak Airlangga, bukan dari APBD,” ujar Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi tersebut.

Dennys menyebut, saat ini akun media sosial fesbuk milik Apih Yance diduga sudah dinonaktifkan. Terbukti dari postingan tersebut yang sudah tidak terlihat lagi.

“Kami berupaya menempuh jalur hukum untuk mengetahui apa motif yang bersangkutan di balik semua ini. Yang jelas, sikapnya itu sudah menyinggung lembaga organisasi politik,” terangnya.

“Kami menunggu klarifikasi dan tetap akan mengajukan laporan ke Polres. Kemarin kita masih tahap konsultasi dengan pihak berwenang, mungkin hari Senin besok kita lapor. Karena kita juga mau klarifikasi dia juga sulit, akun fesbuknya sudah ditutup. Kami juga sudah menyuruh orang ke rumahnya di Parakansalak namun dia tidak ada, jadi sulit,” imbuhnya.

Dennys juga mempertanyakan siapa yang diserang Apih Yance melalui postingan tersebut, Bupati Sukabumi atau Partai Golkar. Namun dirinya menyebut, setelah melakukan konsultasi dengan kepolisian, diduga Yance menyerang keduanya.

“Saya mengimbau masyarakat agar bijak dalam bermedia sosial. Jangan mudah termakan sesuatu yang belum dipastikan kebenarannya. Jangan sampai terpengaruh fitnah-fitnah yang liar, apalagi menyangkut APBD. Itu sangat sensitif,” pungkasnya.

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Tags

Related Articles

Close
Close