Polisi Amankan Sembilan Pelajar, Tawuran di Sukabumi Diduga Berawal dari Ajakan Daring

Sukabuminow.com || Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali diguncang isu pendidikan berupa tawuran antarpelajar. Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Selasa (16/6/26). Setidaknya sembilan pelajar diamankan Unit PPA Polres Sukabumi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus ini membuka fakta bahwa komunikasi melalui grup WhatsApp diduga menjadi pemicu awal berkumpulnya para pelajar sebelum bentrokan terjadi. Sejumlah pelajar dari berbagai sekolah diduga menerima ajakan melalui grup percakapan WhatsApp untuk berkumpul di satu lokasi. Pertemuan yang awalnya direncanakan antarkelompok itu kemudian berubah menjadi aksi tawuran yang melibatkan senjata tajam.

Akibat bentrokan tersebut, dua pelajar mengalami luka-luka. Salah satu korban bahkan harus menjalani perawatan medis setelah terkena sabetan senjata tajam.

Kapolsek Simpenan AKP Bayu Sunarti membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, aparat kepolisian bergerak cepat melakukan pengamanan setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Iya benar, kemarin ada kejadian tersebut. Alhamdulillah malam sudah diamankan. Informasinya ada sembilan orang. Perkara sudah dilimpahkan ke Polres Sukabumi,” ujar Bayu saat dikonfirmasi, Rabu (17/6/26).

Seorang warga Simpenan, Nanan, mengungkapkan bahwa para pelajar datang ke lokasi menggunakan sepeda motor secara berkelompok sebelum akhirnya terjadi keributan.

“Awalnya mereka datang naik motor dan berkumpul di lokasi. Tidak lama kemudian terjadi keributan. Saya lihat ada yang membawa celurit dan senjata tajam lainnya. Sebagian langsung berlarian menyelamatkan diri,” katanya.

Menurut Nanan, situasi berlangsung cepat dan membuat warga sekitar panik. Sebagian masyarakat memilih menjauh karena khawatir terkena dampak bentrokan.

Dalam insiden tersebut, seorang pelajar berinisial MRP mengalami luka terbuka di bagian punggung kanan atas akibat sabetan senjata tajam yang diduga berupa celurit.

Sementara itu, pelajar berinisial YA mengalami cedera pada bagian pinggul setelah terjatuh dari sepeda motor saat berusaha menghindari kejaran kelompok lawan.

Warga yang mengetahui adanya korban segera memberikan pertolongan dan membawa keduanya ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Kemarin warga langsung membawa korban ke puskesmas,” ujar Nanan.

Di Kabupaten Sukabumi, kasus tawuran pelajar dalam beberapa tahun terakhir terus menjadi perhatian aparat keamanan dan dunia pendidikan. Selain penegakan hukum, pendekatan preventif melalui pendidikan karakter, penguatan kegiatan positif pelajar, serta komunikasi intensif antara sekolah dan orang tua dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa.

Hingga saat ini, kasus tawuran yang terjadi di Kecamatan Simpenan masih dalam penanganan Satreskrim Polres Sukabumi. Polisi juga terus mendalami peran masing-masing pelajar yang diamankan serta menelusuri dugaan komunikasi yang terjadi sebelum bentrokan berlangsung.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru