Sukabuminow.com || Penguatan nilai-nilai kebangsaan dinilai harus berjalan seiring dengan pemerataan pembangunan. Semangat itulah yang mengemuka dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Sukabumi yang digelar Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Iman Adinugraha, di Pondok Pesantren Darussalam Azzainiyah, Kampung Nyalindung RT 005/001, Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (5/8/26).
Kegiatan tersebut dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, santri, dan warga sekitar. Selain menjadi forum penguatan wawasan kebangsaan, agenda itu juga menjadi ruang dialog mengenai berbagai kebutuhan pembangunan yang masih dihadapi masyarakat Sukabumi bagian selatan.
Dalam sambutannya, Anggota Komisi VII itu menegaskan bahwa Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bukan sekadar menyampaikan materi mengenai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus diwujudkan melalui pembangunan yang mampu menghadirkan keadilan bagi seluruh masyarakat.
“Nilai-nilai Empat Pilar MPR RI harus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Di saat yang sama, kami juga akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat agar pembangunan dapat dirasakan secara merata,” ujarnya.
Iman menyebutkan, salah satu aspirasi yang menjadi perhatian adalah peningkatan akses jalan menuju Desa Cihaur dan Pondok Pesantren Darussalam Azzainiyah.
Menurutnya, infrastruktur yang baik memiliki dampak luas karena bukan hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga mendukung kegiatan pendidikan, keagamaan, hingga pertumbuhan ekonomi lokal.
“In Syaa Allah kami akan terus berupaya memperjuangkan pembangunan jalan menuju Cihaur dan Pondok Pesantren Darussalam Azzainiyah. Kehadiran infrastruktur yang memadai diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” katanya.
Isu pemerataan pembangunan di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi menjadi perhatian karena akses infrastruktur masih menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat konektivitas antarwilayah, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Selain infrastruktur, Iman menegaskan bahwa pembangunan pendidikan harus menjadi prioritas bersama. Menurutnya, pondok pesantren dan lembaga pendidikan memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang berkarakter, memiliki wawasan kebangsaan, sekaligus mampu menghadapi tantangan masa depan.
Ia mengatakan, dukungan terhadap pembangunan fasilitas pendidikan akan terus diupayakan sebagai bentuk investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah.
“Kami ingin pembangunan tidak hanya terlihat dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari meningkatnya kualitas pendidikan. Generasi muda harus memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik agar mampu menjadi penerus pembangunan bangsa,” ujarnya.
Komitmen tersebut, lanjut Iman, merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat.
Antusiasme masyarakat dan para santri terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Berbagai aspirasi turut disampaikan kepada wakil rakyat, mulai dari kebutuhan pembangunan infrastruktur hingga peningkatan fasilitas pendidikan.
Bagi Iman Adinugraha, Sosialisasi Empat Pilar MPR RI tidak hanya menjadi forum penguatan nasionalisme, tetapi juga sarana menyerap aspirasi masyarakat agar kebijakan pembangunan semakin tepat sasaran.
Menurutnya, pembangunan daerah akan semakin kuat apabila dilandasi semangat persatuan, gotong royong, serta komitmen bersama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan nilai-nilai kebangsaan terus mengakar di tengah masyarakat, sementara pembangunan infrastruktur dan pendidikan dapat berjalan beriringan sebagai fondasi menuju Sukabumi yang semakin maju dan berdaya saing.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana
