Panitia Lokal Kasepuhan Ciptamulya Sukabumi Salurkan Rp245 Juta ke Penyintas Bencana Kebakaran

Sukabuminow.com || Transparansi menjadi komitmen utama Panitia Lokal Penanganan Pascakebakaran Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dalam mengelola donasi korban kebakaran.

Hingga Rabu (5/8/26), bantuan tunai yang dihimpun dari berbagai donatur telah mencapai Rp310 juta, sementara sebagian besar dana tersebut mulai disalurkan langsung kepada para penyintas berdasarkan hasil musyawarah bersama.

Sekretaris Panitia Lokal Penanganan Pascakebakaran Kasepuhan Ciptamulya, Vilka Mandala, menegaskan bahwa seluruh proses penyaluran bantuan dilakukan secara terbuka. Panitia hanya bertugas menerima, menyimpan, dan menyalurkan dana sesuai keputusan yang telah disepakati oleh para korban.

“Sebagai bentuk transparansi, total donasi yang terkumpul melalui panitia lokal sampai hari ini mencapai Rp310 juta. Seluruh pemasukan, baik tunai maupun transfer, kami catat. Rekening koran juga kami cetak agar dapat diakses sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada para korban dan para donatur,” ujar Vilka, Kamis (6/8/26).

Besaran Bantuan Ditentukan Melalui Musyawarah Penyintas

Vilka menjelaskan, keputusan mengenai nominal bantuan bukan ditentukan oleh panitia, melainkan melalui musyawarah mufakat para penyintas kebakaran.

Dari hasil kesepakatan tersebut, bantuan tunai diberikan kepada 50 dari 51 rumah terdampak. Sebanyak 48 rumah yang mengalami kerusakan berat menerima Rp5 juta per rumah, sedangkan dua rumah yang masuk kategori rusak ringan masing-masing memperoleh Rp2,5 juta. Adapun total dana yang telah disalurkan mencapai Rp245 juta. Sementara rumah sesepuh Kasepuhan Ciptamulya, Abah Hendrik Suhendrik Wijaya, tidak menerima bantuan tunai tersebut sesuai kesepakatan bersama.

“Panitia lokal tidak ikut menentukan besaran bantuan. Angka itu murni hasil kesepakatan para penyintas. Kami hanya menyaksikan proses musyawarah, menerima hasil keputusan bersama, lalu menyalurkannya sesuai kesepakatan,” katanya.

Sisa Donasi Masih Menunggu Perkembangan Bantuan

Meski penyaluran tunai telah dilakukan, panitia belum menutup penggalangan donasi. Posko bantuan masih dibuka hingga Jumat (7/8/26), mendatang untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin berpartisipasi.

Vilka mengatakan, apabila hingga batas waktu tersebut tidak ada tambahan bantuan yang masuk, maka sisa dana yang tersedia akan kembali disalurkan kepada para korban sesuai hasil kesepakatan bersama.

“Kami berharap masih ada donatur yang ikut membantu. Namun apabila tidak ada tambahan bantuan, sisa dana termasuk logistik yang masih ada, akan kembali kami bagikan kepada para penyintas. Semua akan disampaikan secara terbuka,” katanya.

Menurut Vilka, panitia lokal dibentuk sebagai wadah bersama lintas sektor sehingga pengelolaan bantuan tidak hanya bergantung pada Pemerintah Desa Sirnaresmi. Sejumlah unsur dari wilayah lain, seperti Desa Cicadas dan Desa Ciptarasa, juga turut berkontribusi dalam penanganan pascakebakaran sesuai wilayah dan tanggung jawab masing-masing.

“Panitia ini bersifat lintas sektor. Ke depan, apabila masa tugas panitia berakhir, pengelolaan selanjutnya akan disesuaikan dengan hasil koordinasi bersama dan memungkinkan untuk dilanjutkan oleh Pemerintah Desa Sirnaresmi,” ujarnya.

Pembangunan Rumah Menunggu Ketentuan Adat

Selain penyaluran bantuan, proses pemulihan pascakebakaran juga mempertimbangkan nilai-nilai adat yang masih dijunjung tinggi masyarakat Kasepuhan Ciptamulya.

Vilka menjelaskan bahwa pembangunan kembali rumah warga belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena masyarakat adat memiliki ketentuan yang melarang pembangunan rumah pada bulan Safar dan Maulud.

“Kami adalah masyarakat adat. Sesuai aturan yang berlaku di kasepuhan, pembangunan rumah tidak diperbolehkan pada bulan Safar dan Maulud. Kemungkinan pembangunan baru akan dilakukan setelah melewati bulan tersebut,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keputusan mengenai lokasi rumah, apakah akan dibangun di tempat semula atau dipindahkan, sepenuhnya menjadi kewenangan para sesepuh adat.

“Itu merupakan ranah para sesepuh. Panitia lokal tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi keputusan tersebut,” tegas Vilka.

Transparansi Dinilai Menjadi Kunci Menjaga Kepercayaan Donatur

Di tengah tingginya solidaritas masyarakat terhadap korban kebakaran Kasepuhan Ciptamulya, transparansi pengelolaan donasi menjadi isu strategis yang menentukan keberlanjutan kepercayaan publik. Keterbukaan mengenai jumlah dana yang diterima, mekanisme penyaluran, hingga pencatatan setiap pemasukan dan pengeluaran menjadi bagian penting dari akuntabilitas sosial.

Melalui sistem tersebut, panitia berharap seluruh bantuan yang dititipkan masyarakat dapat benar-benar diterima oleh para penyintas secara adil, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Dengan demikian, semangat gotong royong yang mengalir dari berbagai daerah dapat terus menjadi kekuatan dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat Kasepuhan Ciptamulya pascakebakaran.

“Kami ucapkan terima kasih banyak kepada para donatur yang telah menyisihkan rezekinya untuk membantu para penyintas musibah kebakaran Ciptamulya. Tidak banyak kata yang bisa kami sampaikan, semoga Allah membalas semua kebaikan yang telah dilakukan,” tandasnya.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru