AdvertorialKabupaten SukabumiPertanian

Sepi Permintaan, Petani Hortikultura Kabupaten Sukabumi Mengeluh

Reporter : Rado

Sukabuminow.com || Harga sayuran dan tanaman hortikultura lainnya anjlok di Kabupaten Sukabumi. Kepala Seksie Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Deni Ruslan, mengatakan, hal itu disebabkan adanya wabah Corona yang masih melanda.

Deni menjelaskan, hasil pertanian yang cukup banyak, tidak disertai dengan permintaan pasar. Daya beli masyarakat menurun akibat terkoyaknya ekonomi yang disebabkan pandemi Covid-19.

“Memang banyak keluhan soal itu. Bahkan petani se-Indonesia juga mengeluh karena hasil panennya mengendap tidak seperti biasanya. Permintaan penjualannya rendah,” tutur Deni kepada Sukabuminow.com melalui sambungan telepon, Kamis (7/5/20).

Ia menjelaskan, telah meninjau langsung pasar di Kabupaten Sukabumi untuk mencari penyebab minimnya permintaan terhadap sayuran.

“Daya beli masyarakat yang berkurang akibat Covid-19. Itu penyebabnya,” ujarnya.

Tak hanya sayuran, tanaman Hortikultura juga terdampak cukup parah. Terutama yang telah memiliki label ekspor seperti Krisan maupun Bunga Potong.

“Tujuan ekspor bunga itu China. Sedangkan China sendiri pusat endemi Covid-19. Ekspor dihentikan dulu sementara. Itu yang terjadi saat ini,” tandasnya.

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Tags

Related Articles

Close
Close