Kabupaten SukabumiPendidikan

SDN 2 Palabuhanratu Siap Melaksanakan Sekolah Tatap Muka

Rep : Edo

Sukabuminow.com|| Sekolah tatap muka akan dimulai kembali Januari 2021. Para kepala sekolah dan guru pun sudah menyiapkan menyiapkan sarana dan prasarana untuk menunjang kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI tersebut.

SDN 2 Palabuhanratu termasuk salah satu sekolah yang sudah mempersiapkan protokol kesehatan untuk melaksanakan belajar tatap muka. Kepala Sekolah SDN 2 Palabuhanratu Ida Hendrayani S. Pd., M.MPd mengatakan, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka siap dilakukan di sekolahnya.

“Alhamdulillah di SDN 2 Palabuhanratu sudah ada sarana dan prasarana tempat cuci tangan dengan sabun. Handsanitizer telah tersedia. Masker juga sudah disiapkan. Layout meja diatur untuk menjaga jarak,” tandas Ida saat ditemui di kantornya, Jumat (27/11/20).

“Perilaku hidup bersih harus dibiasakan. Ketika siswa yang sudah memakai masker masuk ke gerbang di test suhu. Suhunya tinggi, mau tidak mau harus pulang. Lalu sebelum masuk kelas mencuci tangan. Sedangkan cara pembelajaran, bila dulu 35 menit perjam per pelajaran, sekarang 20 menit perjam. Jumlah murid di kelas tidak banyak,18 orang. Dan ada sistem shif,” imbuhnya.

Bila nanti, lanjut Ida, ada orang tua yang tidak mengijinkan anaknya belajar tatap muka, sekolah tidak akan memaksakan.

“Itu kan Hak asasi Orang tua, demi keselamatan putra-putrinya. Berarti anaknya terus mengikuti pembelajaran daring dalam jaringan yaitu online. Disini guru-guru sudah memanfaatkan aplikasi yang berhubungan dengan pembelajaran online,” jelasnya

“Apapun bentuknya, pembelajaran harus dilaksanakan dengan sebaik mungkin di masa pandemi ini. Bisa dilakukan daring, luring atau nanti tatap muka,” sambungnya.

Mengenai rapid test di sekolah, Ida menjelaskan, harus ada kerjasama dengan rumah sakit atau puskesmas. Itu pun jika orang tuanya mengijinkan.

“Orang tua juga harus mengijinkan anaknya di rapid test. Karena masih ada orang tua yang melarang anaknya di rapid test. Siswa kami ada 745. Untuk rapid test guru, peserta didik dan semua yang ada di sekolah, belum bisa dilaksanakan secara mandiri kecuali diberikan pemerintah daerah, atau pusat,” tuturnya.

Editor : Mulya H|| E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

 

Tags

Related Articles

Close
Close