Camat Palabuhanratu Tinjau Pembangunan Rumah Pascabencana, Progres Capai 80 Persen
Sukabuminow.com || Upaya pemulihan pascabencana di Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, terus menunjukkan perkembangan positif. Pembangunan rumah bagi warga terdampak banjir bandang kini telah memasuki tahap akhir. Hingga Selasa (23/12/25), progres pengerjaan dilaporkan telah mencapai sekitar 80 persen, bahkan satu unit rumah telah selesai dibangun di Kampung Gumelar, Kelurahan Palabuhanratu.
Camat Palabuhanratu, Deni Yudono, turun langsung meninjau lokasi pembangunan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai perencanaan. Ia menyampaikan bahwa pembangunan rumah pascabencana tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan hunian yang aman dan layak bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
“Alhamdulillah, secara umum progres pembangunan sudah mencapai 80 persen. Dari total 20 rumah yang dibangun, satu unit di Kampung Gumelar sudah selesai dan sisanya terus dikebut agar segera rampung,” ujar Deni di sela peninjauan.
Deni menjelaskan, pembangunan rumah pascabencana ini merupakan tindak lanjut dari bencana banjir besar yang sempat melanda wilayah Palabuhanratu, khususnya di kawasan bantaran Sungai Cipalabuan. Banjir tersebut tidak hanya merusak permukiman warga, tetapi juga meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat setempat.
Sebanyak 20 unit rumah dibangun dengan konsep rumah panggung yang dirancang lebih adaptif terhadap kondisi lingkungan rawan banjir. Setiap unit berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 24,57 meter persegi, dengan struktur yang lebih aman dan kuat untuk mengurangi risiko saat terjadi bencana serupa di masa mendatang.
“Konsep rumah panggung ini menjadi salah satu solusi agar warga bisa tinggal lebih aman. Harapannya, rumah-rumah ini tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga memberikan rasa tenang dan perlindungan bagi penghuninya,” jelas Deni.
Ia menambahkan, pembangunan rumah pascabencana tersebut tersebar di tiga wilayah RW di Kelurahan Palabuhanratu, yakni RW 08 sebanyak 18 unit, RW 02 satu unit, dan RW 22 satu unit. Seluruh proses pembangunan dilaksanakan secara partisipatif melalui kelompok masyarakat (Pokmas), sehingga warga turut terlibat langsung dalam proses rehabilitasi lingkungan mereka.
“Keterlibatan Pokmas membuat pembangunan lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan warga. Selain itu, partisipasi masyarakat juga memperkuat rasa memiliki terhadap hasil pembangunan ini,” katanya.
Deni berharap, sisa pekerjaan yang masih berjalan dapat diselesaikan tepat waktu agar seluruh rumah segera bisa dihuni oleh warga penerima manfaat. Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah mendorong percepatan pemulihan pascabencana di Palabuhanratu.
“Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi bagian dari upaya membangun kembali harapan warga. Semoga rumah-rumah ini membawa awal yang lebih baik bagi masyarakat Palabuhanratu pascabencana,” pungkasnya.
Pembangunan rumah pascabencana di Palabuhanratu diharapkan menjadi contoh kolaborasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadirkan solusi hunian yang aman, layak, dan berkelanjutan di wilayah rawan bencana.
Reporter: Ade
Redaktur: Andra Permana




