Kabupaten Sukabumi

Ribuan Tenaga Terlatih di Kabupaten Sukabumi Siap Kerja

Sukabuminow.com || Unit Pelayanan Terpadu : UPT. Balai Besar Latihan Kerja : BBLK Disnakertrans Kabupaten Sukabumi. Telah memiliki 2016 orang tenaga terlatih.

Kepala Unit Pelayanan Terpadu : UPT. Balai Besar Latihan Kerja : BBLK Disnakertrans Kabupaten Sukabumi : Ridwan Agus Mulyawan. Menyebut jumlah tersebut. Merupakan capaian dari 126 paket pelatihan kerja. Yang pihaknya sediakan.

“Hari ini baru dibuka angkatan ketiga. Satu angkatan kita plot satu paket. Berarti ada 160 peserta. Berasal dari berbagai kejuruan,” tuturnya saat ditemui di kantornya. Senin (24/6/19).

Baca Juga  :

Ia menjelaskan. Dari 126 paket pelatihan kerja. Yang diprakarsai diva besar balai pengembangan Bandung. Dan Kementrian Tenaga Kerja tersebut. Terdapat 10 kejuruan. Di antaranya : Teknik industri komputer. Repligasi instalasi listrik. Otomotif. Las listrik. Mesin bubut manufaktur. Furnitur. Dan bangunan.

“Ada juga produksi hasil pertanian. Kita arahkan ke tata boga dan bisnis manajemen. Di dalamnya terdapat kejuruan yang disesuaikan dengan pangsa pasar di wilayah. Dikomunikasikan pula dengan kebutuhan-kebutuhan dunia kerja. Saat ini yang sudah bekerja sama dengan kita. PT Dharma Polymetra di Cikarang,” jelasnya.

Saat ini berdasarkan data yang sudah terdaftar di BBLK. Penyaluran pelatihan kerja sudah hampir mencapai 40 hingga 50 persen. Bahkan pada 2019. Sistem pelatihan juga terbagi ke dalam dua sistem. Pertama pelatihan secara institusional yakni di BBLK. Dan non institusional di desa. Yakni Mobile Training Unit : MTU.

“Pelatihan di BBLK itu menitikberatkan kepada dunia pekerja. Tapi tanpa mengabaikan dunia wirausaha. Maka pada 2019 ini. Minimal mereka harus berpendidikan SD dengan tidak ada batasan usia,” bebernya.

Bahkan untuk memaksimalkan program tersebut. Pihaknya terus bersinergi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa: DPMD. Serta berkolaborasi dengan Badan Usaha Milik Desa : BUMDes.

“Kami ingin. Saat para pencari kerja memasuki dunia kerja. Mereka sudah memiliki skill. Tantangan kita itu pasca pelatihan. Bukan saat pelatihan. Ini salah satu ikhtiar kami. Melalui pelatihan berbasis komputer. Sehingga setelah pelatihan mereka mempunyi skill,” tutupnya. (Diana NH)

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Berita Terkait

Back to top button