Sukabuminow.com || Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi menegaskan arah kebijakan baru dalam peningkatan mutu pendidikan dasar dengan mendorong Kelompok Kerja Guru (KKG) bertransformasi menjadi komunitas pembelajaran profesional atau Professional Learning Community (PLC). Transformasi ini mulai diakselerasi melalui kegiatan “Optimalisasi Peran KKG sebagai Professional Learning Community melalui Lesson Study” yang digelar di Aula Dinas Pendidikan, Cikembang, Cikembar, pada Kamis (6/11/25).
Kebijakan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk menjawab tantangan pendidikan abad 21, perubahan pola belajar peserta didik, serta tuntutan kompetensi guru di era digital.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, menegaskan bahwa penguatan peran KKG menjadi salah satu prioritas Disdik dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang kolaboratif dan inovatif.
“Professional Learning Community adalah pendekatan pengembangan kompetensi guru yang paling relevan saat ini. Guru tidak boleh berhenti belajar. Di era teknologi dan keterbukaan informasi, mereka harus adaptif, reflektif, dan mampu berkolaborasi,” tegas Herdi.
Menurutnya, transformasi KKG bukan hanya perubahan metode pelatihan, tetapi merupakan reformasi budaya kerja di lingkungan guru, dari pola pertemuan pasif menjadi ruang kolaborasi berkelanjutan.
Lesson Study Jadi Pilar Transformasi KKG
Dalam kegiatan tersebut, para narasumber dari BBPMP Jawa Barat dan Universitas Nusaputera memaparkan konsep Lesson Study sebagai fondasi utama KKG yang profesional. Pendekatan ini dianggap efektif untuk menciptakan guru yang reflektif karena prosesnya melibatkan perencanaan bersama, observasi praktik mengajar, hingga refleksi kolektif.
Kegiatan berlangsung dinamis. Para ketua dan pengurus KKG dari berbagai kecamatan terlibat aktif, mengajukan ide penerapan Lesson Study di wilayah masing-masing, hingga menyusun rencana implementasi jangka pendek.
Sejumlah peserta menyatakan bahwa kegiatan ini membuka wawasan baru tentang bagaimana guru dapat belajar langsung dari praktik mengajar sejawat.
Arah Kebijakan 2026: KKG sebagai Laboratorium Pengetahuan Guru
Disdik Kabupaten Sukabumi menargetkan bahwa pada 2026 seluruh KKG telah menerapkan pola PLC dan Lesson Study sebagai mekanisme utama pengembangan profesionalisme guru.
Herdi menegaskan bahwa target tersebut bukan sekadar angka, melainkan upaya membangun ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan di seluruh sekolah dasar.
“KKG harus menjadi laboratorium pembelajaran yang hidup. Guru bukan sekadar peserta pelatihan, tetapi pencipta pengetahuan baru mengenai praktik mengajar yang lebih efektif,” ujarnya.
Melalui kebijakan ini, pihaknya ingin memastikan bahwa peningkatan kualitas guru tidak hanya dilakukan lewat pelatihan berskala besar, tetapi juga melalui interaksi rutin dan reflektif yang terjadi di tingkat kecamatan.
Dampak Strategis: Penguatan Mutu Pendidikan di Akar Rumput
Transformasi KKG diharapkan memberi dampak langsung pada peningkatan mutu pembelajaran di kelas. Kebijakan ini mendukung beberapa isu strategis pendidikan Kabupaten Sukabumi, di antaranya:
- Pemerataan kompetensi guru melalui mekanisme belajar sejawat.
- Peningkatan kualitas pembelajaran yang lebih kontekstual dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik.
- Penguatan budaya kolaboratif di lingkungan guru dan sekolah.
- Mendorong inovasi kelas melalui praktik baik yang lahir dari Lesson Study.
- Penyiapan guru masa depan yang responsif terhadap perubahan kurikulum dan teknologi.
“Dengan penguatan ini, kami (Disdik Kabupaten Sukabumi) berharap KKG tidak lagi menjadi forum administratif, melainkan pusat pertumbuhan pengetahuan dan inovasi pendidikan,” tegas Herdi.
Semangat Baru Menuju Transformasi Pendidikan Sukabumi
Kegiatan ditutup dengan penyusunan komitmen bersama antarpengurus KKG untuk menerapkan Lesson Study secara bertahap di masing-masing kecamatan. Komitmen ini menjadi titik awal perubahan budaya kerja guru menuju komunitas yang lebih reflektif, adaptif, dan profesional.
Dari ruang-ruang KKG di seluruh Kabupaten Sukabumi, diharapkan lahir guru-guru yang mampu mendorong peserta didik menjadi generasi yang lebih cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana
