Sukabuminow.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Melalui Dinas Pertanian, Pemkab Sukabumi kembali menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada 56 kelompok tani dalam kegiatan Rapat Koordinasi Pendistribusian dan Pengelolaan Alsintan yang digelar di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Kamis (6/11/25).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, yang menegaskan bahwa program bantuan alsintan ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap peningkatan produktivitas dan efisiensi kerja petani.
“Dengan adanya alat pertanian ini, petani bisa bekerja lebih mudah dan cepat. Produksi meningkat, efisiensi juga bertambah. Pemerintah berkomitmen agar petani sejahtera, mulai dari alat, pupuk, hingga bibitnya,” ujarnya.
Menurutnya, perhatian terhadap sektor pertanian tidak hanya sebatas peningkatan produksi, tetapi juga merupakan bagian dari strategi besar Pemkab Sukabumi untuk mewujudkan kemandirian pangan dan kesejahteraan petani.
Ia juga menyoroti besarnya dukungan pemerintah pusat terhadap pertanian melalui subsidi pupuk, yang diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani di daerah.
“Subsidi pupuk dari pemerintah pusat luar biasa besar. Jadi, harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik,” tegasnya.
Penguatan Sistem Data Pertanian
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyelesaikan proses penginputan data penerima dan kebutuhan pupuk bersubsidi tahun 2026 melalui aplikasi e-RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok).
Proses yang berlangsung sejak 22 November hingga 25 Oktober 2025 itu mencatat sebanyak 208.405 petani terdaftar dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Adapun kebutuhan pupuk bersubsidi yang tercatat meliputi urea sebanyak 68.378 ton, NPK 67.513 ton, dan pupuk organik 750 ton.
“Data e-RDKK 2026 memang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun hal ini positif karena memastikan penerima benar-benar sesuai kriteria, yaitu petani yang memiliki lahan maksimal dua hektare dan membutuhkan pupuk subsidi,” jelas Aep.
Bantuan Alsintan 2025 dan Rencana Distribusi Tahap Lanjutan
Aep menambahkan, hingga tahun 2025, Pemkab Sukabumi telah menyalurkan berbagai jenis alsintan bantuan pemerintah kepada kelompok tani, di antaranya:
- Traktor Roda Empat: 6 unit
- Traktor Roda Crawler (Rotavator): 2 unit
- Combine Harvester Besar: 5 unit
- Traktor Roda Dua: 24 unit
- Power Thresher: 35 unit
- Hand Sprayer: 13 unit
Selain itu, Kabupaten Sukabumi juga mendapatkan tambahan bantuan dari Kementerian Pertanian RI yang akan didistribusikan secara bertahap dalam tiga gelombang, yakni:
- Traktor Roda Dua: 30 unit
- Hand Sprayer: 421 unit
- Pompa Air: 122 unit
“Bantuan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas produksi kelompok tani di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi. Pemerintah ingin memastikan tidak ada petani yang tertinggal dalam transformasi menuju pertanian modern,” tambahnya.
Isu Strategis: Transformasi Pertanian Menuju Kemandirian Pangan
Program bantuan alsintan dan optimalisasi data e-RDKK menjadi langkah strategis Pemkab Sukabumi dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan daerah. Melalui pendekatan berbasis data dan teknologi, pemerintah daerah berupaya membangun sistem pertanian yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan.
Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat dan daerah, sektor pertanian Kabupaten Sukabumi diharapkan mampu menjadi penopang utama ekonomi daerah, sekaligus pilar kemandirian pangan nasional.
Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana
