AdvertorialKabupaten SukabumiPariwisata

Sukabumi Perkuat Wisata Pantai Berbasis Budaya, Putri Nelayan Jadi Ikon Promosi

Sukabuminow.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mulai memperkuat strategi promosi wisata pesisir dengan pendekatan budaya maritim. Langkah itu terlihat melalui ajang Pemilihan Putri Nelayan 2026 yang kini tidak lagi dipandang sekadar seremoni budaya, melainkan bagian dari branding wisata daerah menuju panggung nasional.

Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi menilai kawasan pesisir seperti Palabuhanratu dan Ujunggenteng di Ciracap memiliki kekuatan besar untuk bersaing dalam sektor wisata bahari nasional. Tidak hanya mengandalkan panorama pantai, Sukabumi juga mulai menonjolkan identitas budaya nelayan sebagai daya tarik utama.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, memberikan apresiasi kepada Gladys Aura Zalfa sebagai Putri Nelayan Terpilih Palabuhanratu dan Risma Aulia sebagai Putri Nelayan Terpilih Ujunggenteng Tahun 2026.

Menurut Ali, kehadiran Putri Nelayan menjadi simbol penting dalam memperkuat citra wisata pesisir Sukabumi yang berbasis budaya lokal.

“Putri Nelayan merupakan simbol semangat generasi muda dalam mencintai budaya bahari dan menghargai profesi nelayan. Mereka bukan hanya mewakili daerah, tetapi juga menjadi duta wisata yang dapat memperkenalkan potensi pesisir Sukabumi kepada masyarakat luas,” ujar Ali, Sabtu (9/5/26).

Di tengah persaingan industri wisata nasional yang semakin ketat, penguatan identitas lokal dinilai menjadi strategi penting untuk menarik wisatawan. Sukabumi mencoba mengambil posisi melalui wisata berbasis budaya pesisir yang dinilai masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

“Kehidupan masyarakat nelayan, tradisi bahari, hingga aktivitas pesisir merupakan kekayaan budaya yang tidak dimiliki semua daerah wisata. Karena itu, pendekatan budaya dianggap mampu memperkuat karakter destinasi wisata Sukabumi,” imbuh Ali.

Palabuhanratu selama ini dikenal sebagai salah satu ikon wisata pantai di Jawa Barat. Sementara Ujunggenteng mulai berkembang sebagai destinasi unggulan dengan daya tarik pantai, konservasi penyu, dan wisata alam pesisir.

Menurutnya, promosi wisata berbasis budaya juga menjadi langkah strategis dalam mendorong keterlibatan masyarakat lokal agar mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari sektor pariwisata.

“Kami berharap semangat menjaga budaya maritim terus tumbuh di kalangan anak muda. Ini menjadi langkah positif untuk memperkuat promosi wisata daerah sekaligus menjaga warisan budaya pesisir,” katanya.

Ali Iskandar menegaskan, generasi muda memiliki peran penting dalam memperkenalkan wajah baru pariwisata Sukabumi. Kehadiran Putri Nelayan diharapkan mampu menjadi inspirasi sekaligus motor promosi wisata berbasis masyarakat.

“Selain memperkenalkan destinasi wisata, para Putri Nelayan juga diharapkan dapat membangun kesadaran publik tentang pentingnya menjaga budaya pesisir dan keberlanjutan lingkungan laut,” katanya.

Langkah ini dinilai sejalan dengan tren wisata nasional yang mulai bergeser ke arah pariwisata berkelanjutan dan berbasis pengalaman budaya lokal.

“Semoga pencapaian ini menjadi awal yang baik menuju masa depan penuh prestasi dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam memajukan pariwisata daerah,” pungkasnya.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page