Kabupaten Sukabumi

Postingan Dugaan Tindak Kekerasan di Nagrak Bikin Geger, Kades : Informasinya Tak Semua Benar

Sukabuminow.com || Postingan warganet membuat geger. Kali ini di Desa Cihanyawar. Kecamatan Nagrak. kabupaten Sukabumi.

Akun milik seorang perempuan. Memposting dugaan tindak kekerasan. Di Desa Cihanyawar. Yang menimpa anak dibawah umur. Kamis (28/3/19). Oleh orang dewasa. Dalam postingannya. Ia menyebut si anak babak belur. Akibat dipukul.

Akun itu. Menulis, “si anak mukanya memar bisa di bilang babak belur dan ironisnya lagi si anak tidak mempunyai orang tua”. Unggahan itu viral. Serta mendapatkan komentar. Yang cukup pedas. Dari warganet.

Hal itu membuat kaget perangkat desa. Kepala Desa Cihanyawar, Dody Rahmat. Dan Bhabinkamtibmas Polsek Nagrak, Bripka Iwan Budi Santoso. Jumat (29/3/19). Langsung mencari tahu. Informasi sebenarnya.

Baca Juga  :

“Sudah dicek. Tempatnya di Kampung Lemah Neundeut. RT 13/03. Desa Cihanyawar. Info itu. Tidak semua benar,” tutur Dody Rahmat. Kepada Sukabuminow. Di Kampung Lemah Neundeut.

Dody mengatakan. Kejadian itu. Terjadi pada Kamis sore. (28/3/19). Korban berinisial R. Berusia 11 tahun. Hendak pergi mengaji. Tiba-tiba dihadang oleh pelaku berinisial W. Yang kesal. Karena korban diduga ikut membakar saung. Di sawah miliknya.

“Kembali saya tegaskan. Korban tidak babak belur. Sudah kita pastikan. Tidak ditemukan memar. Seperti yang diposting,” ucapnya.

Di tempat sama. Susi (23). Kakak kandung korban. Kepada Kades dan Bhabinkamtibmas. Mengatakan. Pelaku dan korban telah damai. Kamis malam. Bahkan, telah tertuang. Dalam surat perjanjian.

“Perjanjian di atas materai. Disaksikan juga oleh keluarga pelaku,” beber Susi. Kepada Kades. Dan Bhabinkamtibmas.

Pihak desa berjanji akan membantu. Menyelesaikan masalah itu. Bripka Iwan Budi Santoso mengimbau warga. Agar tidak mudah menyebar informasi. Yang belum jelas. Kebenarannya. Sebab itu termasuk hoaks.

“Kami akan berikan pemahaman kembali. Terkait bahaya hoaks. Kepada warga. Sehingga masyarakat. Tidak terpancing. Informasi yang baru sekedar katanya. Itu bisa merugikan orang lain,” tandasnya. (R Tanjung)

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page