AdvertorialKabupaten SukabumiPemerintahanPertanian

Infrastruktur Air Jadi Prioritas, Dinas Pertanian Sukabumi Dorong Produktivitas Petani

Sukabuminow.com || Di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata, ketersediaan air menjadi faktor krusial dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian. Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pertanian kini menempatkan pembangunan sumber air pertanian sebagai salah satu prioritas strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung agenda nasional.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, menegaskan bahwa infrastruktur air bukan sekadar proyek fisik, melainkan fondasi utama dalam meningkatkan produktivitas petani secara berkelanjutan.

“Tanpa ketersediaan air yang memadai, seluruh program peningkatan produksi tidak akan berjalan optimal. Karena itu, pembangunan sumber air pertanian harus dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi ketahanan pangan,” ujarnya, Selasa (3/2/26).

Menurutnya, kondisi geografis Sukabumi yang luas dengan karakter wilayah beragam menuntut pendekatan pembangunan yang adaptif. Tidak semua wilayah membutuhkan skema yang sama, sehingga pemerintah fokus pada solusi berbasis kebutuhan riil di lapangan.

Berbagai bentuk pembangunan terus diperkuat, mulai dari irigasi teknis, embung, sumur bor, hingga sarana distribusi air, yang dirancang untuk menjangkau sentra-sentra produksi pertanian, terutama di wilayah rawan kekeringan.

Aep menekankan bahwa tantangan utama pertanian saat ini bukan hanya pada produksi, tetapi juga pada efisiensi pemanfaatan sumber daya alam, khususnya air.

“Ke depan, yang kita dorong bukan hanya memperbanyak infrastruktur, tetapi memastikan pengelolaannya efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Petani harus benar-benar merasakan dampaknya,” katanya.

Ia juga menyebut bahwa penguatan sumber air pertanian menjadi bagian dari strategi besar untuk menjaga stabilitas pasokan pangan lokal, menekan risiko gagal panen, serta meningkatkan daya tahan sektor pertanian menghadapi cuaca ekstrem.

Dengan pendekatan ini, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi menargetkan terciptanya ekosistem pertanian yang lebih mandiri, produktif, dan berorientasi jangka panjang, di mana air tidak lagi menjadi hambatan utama, melainkan modal dasar pembangunan.

“Jika sumber air terkelola dengan baik, maka produktivitas meningkat, pendapatan petani naik, dan ketahanan pangan daerah akan semakin kuat,” tutup Aep.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page