Kabupaten SukabumiPeristiwa

Nyaris Meregang Nyawa di Tanjakan Cikakak: Pengendara Motor Sukabumi Terjatuh Hindari Lubang Jalan

Sukabuminow.com || Senin (2/2/26) malam tadi, suasana Jalan Raya Sukawayana, Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terlihat lengang. Hanya sesekali lampu kendaraan melintas di jalur menanjak yang dikenal cukup gelap dan sepi saat malam hari.

Sekitar pukul 19.00 WIB, S (54 th), warga Palabuhanratu, melaju sendirian mengendarai sepeda motor Honda Revo bernomor polisi F 6908 VD dari arah Cisolok menuju Palabuhanratu. Perjalanan rutinnya mendadak berubah menjadi peristiwa yang nyaris merenggut nyawanya.

Saat memasuki tanjakan, S mendapati lubang di badan jalan. Diduga panik, ia berusaha menghindar. Namun, manuver mendadak itu justru membuat motornya kehilangan keseimbangan. Dalam hitungan detik, tubuhnya terpental dan menghantam aspal.

Warga sekitar yang mendengar suara benturan segera mendatangi lokasi. Sutardi ditemukan tergeletak dengan kondisi kepala mengalami luka serius. Ia langsung dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi, Wangsit Edi Wibowo, membenarkan peristiwa kecelakaan tunggal tersebut.

“Korban mengalami luka berat di bagian kepala berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian,” kata Wangsit, Selasa (3/2/26).

Menurut Wangsit, hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan cuaca saat itu cerah, kondisi jalan beraspal, serta arus lalu lintas relatif lancar. Namun, karakteristik jalan yang menanjak dengan sisi kiri berupa tebing dan kanan lahan kosong membuat jalur tersebut cukup berisiko.

Ironisnya, dari hasil pemeriksaan petugas, diketahui bahwa korban tidak menggunakan helm saat berkendara. Faktor ini diduga menjadi penyebab utama parahnya cedera kepala yang dialami.

“Tidak ada korban meninggal dunia. Kerugian materi sekitar Rp200 ribu. Namun korban tidak memakai helm, sehingga risiko cedera menjadi jauh lebih besar,” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa kecelakaan lalu lintas tidak selalu disebabkan oleh kecepatan tinggi atau cuaca buruk. Kombinasi antara kondisi jalan, refleks pengendara, dan kelalaian penggunaan alat keselamatan bisa berujung fatal.

Pihak kepolisian kembali mengimbau masyarakat, khususnya pengendara sepeda motor di wilayah Sukabumi dan jalur selatan Jawa Barat, agar selalu menggunakan helm standar, menjaga kecepatan, serta lebih waspada saat melintasi jalur menanjak dan minim penerangan.

Sebab, satu lubang kecil di jalan bisa berubah menjadi awal dari tragedi besar.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page