Dari Data ke Kebijakan: Strategi Baru Pariwisata Sukabumi 2025–2029 Mulai Disusun
Sukabuminow.com || Upaya menjadikan sektor pariwisata sebagai penggerak utama ekonomi daerah mulai diperkuat Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi mengambil langkah strategis dengan menata ulang indikator kinerja pariwisata berbasis data resmi dan terukur.
Langkah tersebut mengemuka dalam Rapat Indikator Kinerja Pariwisata Kabupaten Sukabumi yang digelar pada Selasa (13/1/26). Forum ini tidak hanya membedah angka kunjungan wisatawan dan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel, tetapi juga menjadi pijakan awal dalam menyusun kebijakan pariwisata yang selaras dengan arah pembangunan daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menegaskan bahwa penguatan indikator kinerja merupakan fondasi penting agar pariwisata tidak berhenti pada promosi destinasi semata, melainkan benar-benar menghadirkan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
Menurutnya, sektor pariwisata harus mampu menjawab pertanyaan mendasar: sejauh mana aktivitas wisata berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran warga Sukabumi. Jawaban itu, kata dia, hanya bisa dibuktikan melalui data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sebagai tindak lanjut, Dispar Kabupaten Sukabumi bersama Baperida (sebelumnya Bappelitbangda) melakukan kunjungan kerja ke Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sukabumi di Kecamatan Karangtengah. Konsolidasi ini bertujuan memperkuat basis data pariwisata yang selama ini menjadi rujukan perencanaan dan evaluasi kinerja pemerintah daerah.
Ali menjelaskan, data yang dihimpun bukan sekadar angka statistik, melainkan alat ukur untuk melihat efektivitas kebijakan pariwisata. Mulai dari metode penghitungan kunjungan wisatawan, rata-rata lama menginap, hingga kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sukabumi.
“Dampak pariwisata terhadap kesejahteraan masyarakat harus dirumuskan secara ilmiah dan akurat. BPS memiliki kompetensi dalam memastikan data tersebut valid dan objektif,” ujarnya.
Ia menambahkan, data menjadi kompas penting bagi Dispar dalam menilai apakah strategi yang dijalankan sudah berada di jalur yang tepat atau justru memerlukan penyesuaian sesuai dinamika di lapangan.
Orientasi akhir dari seluruh program pariwisata, lanjut Ali, adalah hadirnya kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat. Karena itu, setiap kegiatan harus berlandaskan pada kinerja yang reliable, achievable, serta sesuai dengan fakta dan kondisi riil daerah.
Dengan pendekatan kolaboratif lintas sektor, Dispar Kabupaten Sukabumi berharap pengelolaan pariwisata ke depan semakin terarah, terukur, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
“Kuncinya adalah kolaborasi. Kami membuka ruang dukungan, masukan, dan doa agar amanah ini dapat kami jalankan dengan sebaik-baiknya demi kemajuan pariwisata Sukabumi,” pungkasnya.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana




