Sukabuminow.com || Di tengah tuntutan percepatan pembangunan daerah dan meningkatnya kebutuhan pembiayaan berbagai program pelayanan publik, Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus memperkuat strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan melibatkan seluruh unsur kewilayahan hingga tingkat kecamatan.
Komitmen itu mengemuka dalam Rapat Optimalisasi Peningkatan PAD Kabupaten Sukabumi yang digelar di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Rabu (17/6/26). Kegiatan yang diprakarsai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sukabumi tersebut dihadiri Bupati Sukabumi Asep Japar, Wakil Bupati Andreas, Sekretaris Daerah Ade Suryaman, Kepala Bapenda Herdy Somantri, serta para camat, sekretaris kecamatan, dan Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) se-Kabupaten Sukabumi.
Kepala Bapenda Kabupaten Sukabumi, Herdy Somantri, menegaskan bahwa Kabupaten Sukabumi memiliki sumber daya yang sangat besar dan beragam. Potensi tersebut harus mampu dikonversi menjadi pendapatan daerah yang pada akhirnya berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan mewujudkan visi pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga pada kemampuan daerah dalam mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan yang tersedia.
“Potensi Kabupaten Sukabumi sangat besar. Karena itu diperlukan kolaborasi seluruh perangkat daerah untuk memastikan setiap potensi yang ada dapat terdata dan dikelola dengan baik demi mendukung pembangunan,” ujar Bima, sapaan karib Herdy.
Ia menjelaskan, sektor agrobisnis dan pariwisata masih menjadi dua kekuatan utama yang memiliki peluang besar untuk meningkatkan PAD.
“Masih terdapat sejumlah potensi yang memerlukan pemetaan lebih rinci agar dapat memberikan kontribusi optimal bagi kas daerah,” jelasnya.
Dalam upaya memperkuat basis pendapatan daerah, Bapenda meminta seluruh jajaran kecamatan untuk lebih aktif melakukan pendataan lapangan. Pendataan tersebut mencakup keberadaan perusahaan, objek dan subjek pajak, aktivitas usaha, hingga batas-batas lahan yang berpotensi menjadi sumber penerimaan daerah.
Langkah ini dinilai strategis mengingat kecamatan merupakan perangkat pemerintah yang paling dekat dengan kondisi riil di lapangan.
Selain pendataan, pemerintah daerah juga terus mendorong sosialisasi berbagai kebijakan perpajakan kepada masyarakat. Termasuk di antaranya program kemudahan pembayaran pajak kendaraan bermotor yang diluncurkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta layanan unggulan Bapenda Kabupaten Sukabumi melalui Program Pastel Isi (Pasar Pelayanan Pajak Teladan dan Terintegrasi).
Sementara itu, Bupati Sukabumi Asep Japar menegaskan bahwa peningkatan PAD memerlukan keterbukaan informasi dari seluruh aparatur kewilayahan. Menurutnya, data yang akurat menjadi dasar penting dalam menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
“Saya meminta seluruh jajaran terbuka dan menyampaikan kondisi yang sebenarnya. Potensi daerah harus diketahui dengan jelas karena hal ini berkaitan langsung dengan peningkatan PAD dan pembangunan Kabupaten Sukabumi,” tegasnya.
Bupati Asjap juga mengingatkan agar setiap proses pelayanan kepada masyarakat maupun investor dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Menurutnya, iklim investasi yang sehat dan tertib akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah serta peningkatan penerimaan daerah.
“Kami siap melakukan pemantauan langsung terhadap data Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di tingkat kecamatan maupun desa apabila diperlukan,” tegasnya.
Di tempat sama, Wakil Bupati Sukabumi Andreas menilai tantangan terbesar dalam peningkatan PAD saat ini adalah ketersediaan data yang akurat dan terintegrasi.
“Penguatan koordinasi antara kecamatan, perangkat desa, kelurahan, serta instansi yang menangani perizinan harus diperkuat, agar pemetaan potensi daerah dapat dilakukan secara lebih komprehensif,” katanya.
Menurut Andreas, data yang valid akan membantu pemerintah mengetahui kondisi aktual wajib pajak, termasuk perusahaan yang masih aktif beroperasi maupun yang sudah tidak menjalankan kegiatan usaha.
“Kami berharap setiap kecamatan mampu menghadirkan inovasi dalam menggali dan mengembangkan potensi daerah. Dengan data yang semakin baik, peningkatan PAD dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak nyata terhadap percepatan pembangunan Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.
Peningkatan PAD kini menjadi salah satu agenda strategis Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan. Di tengah kebutuhan infrastruktur, pelayanan publik, pengembangan pariwisata, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat yang terus meningkat, kemampuan daerah menghasilkan pendapatan sendiri menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan.
“Melalui pendataan yang lebih akurat, pengawasan yang lebih kuat, serta kolaborasi seluruh perangkat daerah, kami berharap potensi ekonomi yang selama ini belum tergarap dapat menjadi sumber pendapatan baru yang mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat secara merata,” sambung Bupati Asjap.
Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana
