Kabupaten SukabumiPeristiwa

Nyaris Meledak, Ambulans Terbakar Saat Antar Pasien: Ini Kronologinya

Sukabuminow.com || Suasana mendadak mencekam di depan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Minggu (4/5/25) pagi, ketika sebuah ambulans tiba-tiba dihentikan dengan teriakan panik dari petugas medis lain. Asap mengepul dari bawah kolong mobil, disusul kobaran api kecil yang hampir tak terlihat, namun bisa berakibat fatal.

Ambulans tersebut merupakan kendaraan milik Pemerintah Desa Kerta Jaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, yang sedang membawa seorang pasien menuju RSUD Palabuhanratu untuk mendapat penanganan medis. Namun, di tengah perjalanan, mobil tersebut justru menjadi sumber kepanikan.

“Ambulans ini lagi bawa pasien, terus di jalan berpapasan sama ambulans lain yang juga mau ke RS. Dari jauh suara mesinnya udah aneh, kasar. Petugas di mobil satunya melihat ada api di bawah mobil Kerta Jaya, langsung dikejar dan diteriaki agar berhenti,” ungkap Suwandi, petugas keamanan RSUD Palabuhanratu.

Sontak, ambulans Desa Kerta Jaya itu berhenti di depan IGD. Suasana menjadi tegang. Beberapa warga yang melintas sempat berhenti, penasaran dengan kejadian yang berlangsung begitu cepat.

“Begitu berhenti, benar saja. Di bawah kolong mobil ada api kecil. Saya langsung lari ambil APAR, lalu dibantu Damkar yang sedang siaga,” ujar Suwandi.

Langkah cepat pun diambil. Aki mobil segera dicopot untuk mencegah kemungkinan ledakan. Api berhasil dipadamkan dalam hitungan menit. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sopir dan pasien selamat tanpa luka.

“Alhamdulillah semua tertangani dengan cepat. Api berhasil dipadamkan, situasi kembali kondusif. Tapi memang sempat bikin heboh karena terjadi persis di depan rumah sakit,” pungkasnya.

Kejadian ini menjadi pengingat betapa pentingnya pengecekan berkala terhadap armada ambulans, terutama yang digunakan untuk kondisi darurat. Kesigapan petugas dan keberadaan alat pemadam ringan terbukti krusial dalam mencegah tragedi yang lebih besar.

Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page