Nahkodai PGRI Sukabumi 2025–2030, Jajat Sudarjat: PGRI adalah RUMAH BESAR untuk Semua Guru
Sukabuminow.com || Jajat Sudarjat resmi terpilih sebagai Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sukabumi periode 2025–2030 dalam Konferensi PGRI Kabupaten Sukabumi yang digelar di Sukabumi Indah, Sabtu (5/7/25). Sosok yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala Bidang PAUD Dan Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi ini menggantikan Tubagus Wahid Anshor yang telah memimpin PGRI selama dua dekade terakhir.
Dalam sambutannya, Jajat menyampaikan bahwa amanah sebagai Ketua PGRI bukanlah sekadar jabatan struktural. Lebih dari itu, ia menyebutnya sebagai bentuk kepercayaan besar yang harus dijalankan dengan penuh ketulusan dan kerja kolektif.
“Hari ini adalah hari yang penuh makna, bukan hanya bagi saya secara pribadi, tetapi juga bagi seluruh insan PGRI Kabupaten Sukabumi. Ini amanah besar yang harus saya jalankan dengan sebaik-baiknya. Saya sadar, saya tidak bisa bekerja sendiri. Kebersamaan dan dukungan dari seluruh anggota adalah kunci utama,” ungkapnya, Selasa (8/7/25).
Jajat juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada kepengurusan sebelumnya yang dinilai berhasil menjaga soliditas organisasi dan memperkuat rasa kekeluargaan di lingkungan PGRI.
“Kami sangat menghargai kepemimpinan Bapak Tubagus Wahid Anshor, yang telah membimbing dan membina kami selama kurang lebih 20 tahun. Beliau berhasil menyatukan dan mempererat pengurus cabang dari seluruh kecamatan,” tambahnya.
Visi PGRI Inklusif, Progresif, dan Berdampak
Dalam arah kepemimpinannya, Jajat menegaskan komitmennya untuk menjadikan PGRI Kabupaten Sukabumi sebagai organisasi yang lebih progresif, inklusif, dan berdampak langsung bagi anggotanya. Menurutnya, PGRI bukan hanya sekadar wadah profesi, melainkan rumah besar bagi seluruh tenaga pendidik dalam memperjuangkan hak, kehormatan, dan pengabdian mereka.
Beberapa kebijakan utama yang akan menjadi pijakan organisasi di bawah kepemimpinan Jajat antara lain:
- Mendorong profesionalisme guru melalui pelatihan berkala dan program kolaboratif antar sekolah;
- Memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajaran;
- Memperjuangkan perlindungan hak serta peningkatan kesejahteraan seluruh guru, termasuk guru honorer;
- Memperkuat advokasi organisasi terhadap anggotanya.
“PGRI akan memperjuangkan status dan kesejahteraan guru honorer, menyediakan bantuan sosial bagi anggota yang terkena musibah, serta menjalankan program peningkatan kompetensi pendidik secara berkala,” jelas Jajat.
PGRI Siap Bersinergi Wujudkan Sukabumi Mubarakah
Jajat juga menyoroti peran strategis PGRI dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya melalui peningkatan literasi, numerasi, dan pembentukan karakter peserta didik. Hal ini menurutnya merupakan kontribusi nyata PGRI terhadap kemajuan pendidikan di Kabupaten Sukabumi.
“Kami percaya apabila kita berjalan bersama, tidak ada tantangan yang tidak bisa diatasi. PGRI harus menjadi kekuatan kolektif untuk mendorong kemajuan pendidikan, meningkatkan kesejahteraan guru, dan menjaga kehormatan profesi pendidik,” ucapnya.
Sebagai RUMAH BESAR bagi para guru dari semua jenjang pendidikan, Jajat menegaskan bahwa PGRI di bawah kepemimpinannya berkomitmen merangkul seluruh elemen pendidikan di Kabupaten Sukabumi. Ia juga menyatakan siap bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
“Kami siap mendukung visi dan misi Sukabumi Mubarakah di bawah kepemimpinan Bapak Bupati Asep Japar dan Bapak Wakil Bupati Andreas. PGRI akan menjadi mitra strategis dalam pembangunan sumber daya manusia unggul di daerah ini,” tutup Jajat.
Dengan semangat kolaboratif dan inklusif, kepengurusan baru PGRI Kabupaten Sukabumi diharapkan mampu membawa perubahan yang signifikan dan memberi dampak positif yang lebih luas, khususnya bagi para pendidik dan generasi penerus bangsa di Sukabumi.
Reporter: Andra Permana
Redaktur: Andra Permana




