Kabupaten SukabumiPemerintahanReligi

Kafilah Palabuhanratu Siap Tampil Lepas, Target Juara Tanpa Tekanan di MTQ ke-47 Sukabumi

Sukabuminow.com || Semangat membumikan nilai-nilai Al-Qur’an kembali digaungkan dalam perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-47 tingkat Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Dari pesisir selatan, Kecamatan Palabuhanratu hadir membawa harapan besar melalui 14 peserta terbaik yang siap tampil tanpa beban, namun penuh makna ibadah.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kecamatan Palabuhanratu, Hendriana, menegaskan bahwa keikutsertaan kafilah tahun ini bukan sekadar mengejar prestasi, melainkan bagian dari ikhtiar membentuk generasi Qurani yang berkarakter kuat di tengah tantangan zaman.

“Kecamatan Palabuhanratu mengirimkan 14 peserta dari berbagai sekolah. Usia termuda 12 tahun dan tertua 29 tahun. Ini menunjukkan pembinaan dilakukan lintas generasi,” ujar Hendri yang juga Sekretaris Kecamatan Palabuhanratu itu usai defile pembukaan MTQ, Senin (4/5/26).

Kafilah Palabuhanratu akan berlaga dalam tiga cabang utama, yakni tahfiz Al-Qur’an, tilawatil Qur’an, dan kaligrafi, dalam MTQ yang digelar di Komplek Ponpes Terpadu Darrusyifa Al-Fitroh, Kecamatan Kadudampit tersebut. Ketiganya dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun kecintaan terhadap Al-Qur’an, tidak hanya dari sisi hafalan, tetapi juga seni dan pemahaman.

Meski menargetkan hasil terbaik, Hendri menekankan bahwa pihaknya tidak ingin membebani para peserta dengan tekanan berlebihan. Menurutnya, pendekatan spiritual justru menjadi kunci utama dalam menghadirkan penampilan maksimal.

“Kami tentu berharap meraih prestasi juara. Namun, yang terpenting adalah mereka tampil lepas tanpa beban. Karena MTQ ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga bagian dari ibadah,” tegasnya.

Ia menambahkan, suasana batin yang tenang dan niat yang lurus akan lebih menentukan kualitas penampilan dibanding sekadar ambisi kemenangan.

Di tengah derasnya arus digitalisasi dan tantangan krisis moral generasi muda, MTQ dinilai memiliki peran strategis sebagai instrumen pembinaan karakter berbasis nilai religius. Palabuhanratu, sebagai wilayah yang terus berkembang, memandang penting penguatan spiritual sejak dini.

Hendri menyebut, keberagaman usia peserta menjadi bukti bahwa pembinaan Al-Qur’an harus dilakukan secara berkelanjutan dan sistematis, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

“MTQ harus menjadi momentum membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual. Ini penting untuk menjawab tantangan zaman,” ungkapnya.

Lebih jauh, Hendri berharap keikutsertaan kafilah Palabuhanratu dapat memberikan dampak luas, tidak hanya dalam bentuk prestasi, tetapi juga sebagai inspirasi bagi masyarakat untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an.

“Semoga dari ajang ini lahir generasi Qurani yang membawa keberkahan, tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi daerah dan bangsa,” pungkasnya.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page