Kesal Pohon Jengkol Ditebang, Motif Pria di Sukabumi Tusuk Keponakan Sendiri
Sukabuminow.com || Polres Sukabumi mengungkap motif di balik kasus penusukan yang dilakukan oleh seorang pria berinisial AS (55 th) terhadap Jaenudin (39 th), yang merupakan keponakannya sendiri. Peristiwa tersebut terjadi di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Hartono menjelaskan, insiden penusukan terjadi pada Minggu (18/1/26) sekitar pukul 12.00 WIB.
Peristiwa bermula saat korban menebang pohon jengkol milik pelaku yang berada di lahan warisan keluarga. Tindakan tersebut memicu emosi pelaku hingga berujung aksi kekerasan.
“Pelaku mengaku kesal karena pohon jengkol miliknya ditebang oleh korban,” ujar Hartono, Rabu (21/1/26).
Berita Terkait:
Menurut keterangan penyidik, konflik antara pelaku dan korban bukan kali pertama terjadi. Keduanya diketahui telah lama berselisih terkait masalah tanah warisan keluarga.
Berdasarkan pengakuan pelaku, istri AS disebut menerima warisan tanah dari orang tuanya. Namun, lahan tersebut diklaim oleh pihak lain, termasuk keluarga korban, sehingga memicu ketegangan berkepanjangan.
“Masalah pohon jengkol ini menjadi puncak konflik. Sebelumnya memang sudah ada perselisihan terkait tanah warisan,” jelas Hartono.
Dalam kondisi emosi, pelaku kemudian mendatangi korban dengan membawa sebilah pisau. Tanpa banyak percakapan, pelaku menusuk korban satu kali di bagian perut sebelah kiri.
“Korban mengalami luka tusukan di perut, sementara pelaku langsung melarikan diri setelah kejadian,” tambahnya.
Usai insiden tersebut, AS sempat melarikan diri ke wilayah Kecamatan Ciemas. Namun, aparat kepolisian berhasil melacak keberadaannya dan menangkap pelaku tanpa perlawanan pada Selasa dini hari.
Sementara itu, korban sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUD Palabuhanratu. Namun, korban memilih pulang meski pihak rumah sakit telah menyarankan untuk dirujuk.
Humas RSUD Palabuhanratu Billy Agustian membenarkan hal tersebut.
“Pasien pulang APS (atas permintaan sendiri). Sempat dirawat dan disarankan untuk dirujuk, namun korban memilih pulang,” ujarnya.
Billy menjelaskan, korban mengalami luka tusukan lebih dari lima sentimeter di bagian perut, dan seharusnya menjalani pemeriksaan lanjutan oleh dokter spesialis.
“Alasan rujuk karena perlu pemeriksaan lanjutan di bedah toraks,” pungkasnya.
Saat ini, pelaku AS telah diamankan di Polres Sukabumi dan menjalani proses hukum lebih lanjut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana




