Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026: Disperkim Sukabumi Soroti Peran Permukiman Hadapi Krisis Iklim

Sukabuminow.com || Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema global “Inspired by Nature. For Climate. For Our Future” serta slogan nasional “Saatnya Bekerja untuk Iklim” menjadi pengingat penting bahwa krisis iklim bukan hanya isu global, tetapi juga sangat erat dengan tata kelola wilayah permukiman di daerah.

Di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sektor perumahan dan kawasan permukiman menjadi salah satu garda terdepan dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, terutama dalam menghadapi tantangan urbanisasi, keterbatasan ruang hijau, serta kualitas lingkungan permukiman.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, yang menegaskan bahwa pembangunan permukiman ke depan tidak lagi sekadar mengejar kuantitas, tetapi harus berbasis keberlanjutan lingkungan.

Menurut Sendi, perubahan iklim telah membawa dampak nyata yang dirasakan langsung masyarakat, mulai dari peningkatan suhu lingkungan, risiko banjir di kawasan padat permukiman, hingga menurunnya kualitas air dan sanitasi.

Ia menilai, sektor permukiman memiliki kontribusi signifikan dalam menentukan ketahanan lingkungan suatu daerah.

“Permukiman bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga sistem yang harus mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim. Kita dorong konsep pembangunan yang lebih hijau, hemat energi, serta memperkuat ruang terbuka hijau di kawasan hunian,” ujarnya, Sabtu (6/6/26).

Dalam konteks Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Disperkim Kabupaten Sukabumi menegaskan sejumlah fokus kebijakan strategis, di antaranya:

Penguatan konsep perumahan ramah lingkungan,
Penataan kawasan kumuh agar lebih layak dan sehat,
Peningkatan akses sanitasi dan drainase berkelanjutan,
Integrasi ruang terbuka hijau dalam kawasan permukiman, hingga
Edukasi masyarakat tentang pola hidup hemat energi dan air.**

Sendi menambahkan, pembangunan perumahan harus mulai mengadopsi prinsip green settlement yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki daya dukung lingkungan yang kuat.

Selain peran pemerintah daerah, Disperkim menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor penentu dalam keberhasilan agenda aksi iklim di sektor permukiman.

Perubahan perilaku sederhana seperti pengelolaan sampah rumah tangga, penghijauan halaman, hingga pemanfaatan air secara bijak dinilai memiliki dampak besar jika dilakukan secara kolektif.

“Kami mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi. Krisis iklim tidak bisa ditangani sendiri oleh pemerintah, tetapi harus menjadi gerakan bersama,” kata Sendi.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 juga menjadi saat terbaik untuk penguatan komitmen Indonesia dalam agenda iklim global melalui tagar #NowForClimate. Disperkim Kabupaten Sukabumi menilai momen ini penting untuk mempercepat transformasi pembangunan daerah yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru