Rehabilitasi Sekolah dan Digitalisasi Jadi Arah Baru Disdik Sukabumi 2026
Sukabuminow.com || Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, memproyeksikan penguatan program infrastruktur dan rehabilitasi sekolah pada tahun 2026 dengan menitikberatkan pada penyiapan data yang akurat serta pemetaan menyeluruh terhadap kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan.
Kepala Disdik Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menegaskan bahwa langkah awal yang menjadi fondasi utama seluruh kebijakan adalah penguatan basis data sekolah. Data tersebut menjadi rujukan utama dalam pelaksanaan Program Revit, yang diposisikan sebagai program unggulan daerah dalam peningkatan kualitas fasilitas pendidikan.
“Yang pertama dan paling penting itu penyiapan data. Program Revit menjadi unggulan kami, di mana kualitas sarana prasarana disusun berdasarkan ranking atau urutan kebutuhan,” ujar Deden, Rabu (21/1/26).
Ruang Kelas Jadi Prioritas Utama
Deden menjelaskan, jenis kerusakan yang menjadi fokus penanganan pertama adalah ruang kelas, guna memastikan proses belajar mengajar tetap berlangsung aman dan layak. Menurutnya, aspek keselamatan dan kenyamanan siswa merupakan prinsip utama dalam perencanaan rehabilitasi.
“Kami tidak ingin ada kondisi siswa terpaksa belajar di luar kelas karena bangunannya tidak layak. Keselamatan menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Secara teknis, Disdik Kabupaten Sukabumi telah mengelompokkan kondisi sekolah ke dalam tiga kategori, yakni rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat. Seluruh data tersebut terintegrasi dalam sistem Program Revit, sehingga intervensi dilakukan secara terstruktur berdasarkan tingkat urgensi.
“Menunya sudah ada. Tinggal nanti intervensinya diarahkan dari yang paling berat hingga berikutnya secara berurutan,” jelas Deden.
Anggaran Disesuaikan, Intervensi Tetap Berjalan
Di tengah dinamika fiskal daerah, Deden mengakui bahwa anggaran rehabilitasi sekolah secara umum mengalami penyesuaian. Namun demikian, pemerintah daerah tetap melakukan intervensi melalui APBD untuk memastikan program peningkatan infrastruktur pendidikan tetap berjalan.
“Intervensi dari pemerintah daerah tetap ada, meski memang secara signifikan anggarannya agak berkurang. Tapi kami tetap berupaya maksimal,” ungkapnya.
Selain tingkat kerusakan, Disdik juga mempertimbangkan jumlah peserta didik dalam menentukan prioritas rehabilitasi. Sekolah dengan jumlah siswa besar dan ruang kelas rusak menjadi perhatian utama, karena berpotensi mengganggu proses pembelajaran.
“Kalau siswanya sedikit dan masih tertampung, tetap jadi prioritas, tapi bukan yang utama. Yang utama itu sekolah dengan siswa banyak dan ruang kelas rusak,” terangnya.
Sekolah Rawan Bencana Jadi Fokus Khusus
Untuk wilayah sasaran, Disdik Sukabumi mengupayakan pemerataan di seluruh kecamatan. Namun, sekolah yang terdampak bencana hidrometeorologi dalam dua tahun terakhir mendapatkan perhatian khusus.
“Dalam dua tahun terakhir bencana terus terjadi. Sekolah-sekolah terdampak bencana menjadi prioritas kami,” kata Deden.
Hal ini sejalan dengan status Kabupaten Sukabumi yang masih berada dalam kondisi siaga hidrometeorologi, dengan potensi hujan lebat, longsor, dan banjir yang dapat mengganggu aktivitas pendidikan.
Komitmen Keselamatan dan Sinergi Pendidikan
Usai libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Disdik Sukabumi juga menegaskan pentingnya kewaspadaan seluruh satuan pendidikan terhadap risiko cuaca ekstrem, sembari mendorong semangat baru bagi peserta didik.
“Keselamatan siswa dan tenaga pengajar adalah prioritas utama. Sekolah harus mawas diri terhadap dampak cuaca ekstrem,” tegas Deden.
Ia juga menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi antara guru, orang tua, dan siswa sebagai ekosistem pendidikan yang saling menguatkan.
“Pendidikan bukan sekadar rutinitas, tetapi investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah. Kita ingin melahirkan lulusan yang berdaya saing dan berkarakter kuat,” ujarnya.
Menuju Pendidikan Berkualitas dan Digital
Seluruh mekanisme pengusulan rehabilitasi sekolah dilakukan melalui sistem perencanaan pembangunan daerah, mulai dari Musrenbang hingga RKPD, sehingga seluruh kebutuhan sekolah terintegrasi dalam kebijakan pembangunan yang terukur.
Melalui proyeksi Program Revit 2026, Disdik Kabupaten Sukabumi menargetkan tidak hanya perbaikan fisik bangunan sekolah, tetapi juga peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh, termasuk mendukung program digitalisasi pendidikan nasional.
“Target kami peningkatan sarana prasarana, peningkatan kualitas pendidikan siswa, guru, serta seluruh stakeholder, sekaligus mendukung transformasi digital dari pemerintah pusat,” pungkas Deden.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana




