AdvertorialKabupaten SukabumiPertanian

Mantap!, Kopi Kabupaten Sukabumi Dongkrak Nama Indonesia di Mata Internasional

Reporter : Andra

Sukabuminow.com || Kabupaten Sukabumi merupakan satu dari 4 daerah penghasil dan sentra kopi di Jawa Barat selain Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Sumedang. Kontribusi kopi asal Kabupaten Sukabumi telah menjadikan Indonesia sebagai produsen kopi terbesar keempat di dunia setelah Brazil, Kolombia, dan Vietnam. Atas dasar itu, kopi kini menjadi produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Keseriusan Kabupaten Sukabumi dalam mengembangkan potensi kopi yang dimiliki, terlihat dari luasnya lahan perkebunan yang dimiliki. Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, perkebunan kopi di Kabupaten Sukabumi mencapai lebih dari 1.500 hektare dengan 1.000 hektare di antaranya merupakan perkebunan kopi rakyat.

“Kami terus menyupport para petani kopi di Kabupaten Sukabumi dengan program-program yang kami buat. Seperti mendistribusikan bangunan dan alat pengolahan kopi untuk kelompok tani yang tersebar di Kecamatan Gegerbitung, Nyalindung, Sukaraja, dan Kadudampit,” tutur Kasie Pengolahan Dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Sostenes, Selasa (12/1/21).

Enes -sapaan Sostenes- mengatakan, harga kopi cerry sempat mengalami penurunan di tingkat petani akibat pandemi wabah Covid-19. Penurunan yang dimaksud hingga mencapai Rp 5 ribu per kilogramnya.

“Itu untuk kopi cerry. Sementara untuk kopi yang telah memasuki tahap produksi, yaknk green bean dan roast Bean, penurunannya rendah. Harga green bean saat ini mencapai Rp 40 ribu per kilogram dan roast bean mencapai Rp 15o ribu sampai Rp 200 ribu per kilogram,” jelasnya.

“Makanya kami mendorong para petani untuk menjual kopi yang sudah melewati pengolahan pasca panen. Sehingga keuntungan yang didapat lebih besar,” sambung Enes.

Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi melalui Bidang Perkebunan juga telah menggelar bimbingan teknis budidaya dan pengolahan kopi kepada para petani yang digelar 10 November 2020 lalu di Desa Gunung Karamat, Kecamatan Cisolok. Bimtek tersebut mengambil tema Good Agriculture Practices Penanganan Hama dan Penyakit Kopi.

“Kami berikan cara penanganan terhadap hama kutu-kutu daun yang menyebabkan penyakit bercak daun dan embun jelaga. Penanganannya dengan menggunakan agen hayati Trichoderma SP dan Beauveria bassiana yang diperoleh dari Balai Perlindungan Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat,” beber Enes.

Tahun 2020 lalu, sebanyak 97.500 bibit pohon kopi disebar kepada 13 kelompok tani di 4 kecamatan. Itu merupakan bantuan dari Gubernur Jawa Barat untuk pengembangan komoditas kopi di Kabupaten Sukabumi.

“Tahun ini kami masih terus melakukan pengembangan. Rencananya ada 300 ribu bibit pohon kopi yang akan diberikan dari bantuan Gubernur Jawa Barat,” terangnya.

Hingga saat ini, Kabupaten Sukabumi telah memiliki brand produk kopi hasil dari bimbingan Bidang Perkebunan, di antaranya brand Bumi Kopi di Kecamatan Sukaraja, Brand Bongas Kopi di Gegerbitung, Brand Absolute Kopi di Kabandungan, dan Brand Mekarsari Kopi di Kadudampit.

“Kami masih akan terus melakukan pembinaan, pengawasan, pendistribusian fasilitasi bangunan dan alat pengolahan, serta pemasaran kopi. Agar petani kopi di Kabupaten Sukabumi bisa menciptakan kopi yang berkualitas. Sehingga dapat meningkatkan taraf hidup petani kopi,” tandas Enes.

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Tags

Related Articles

Close
Close