AdvertorialKabupaten SukabumiPeristiwa

Longsor Parah di Sukabumi: Petugas Jalan Kaki 5 Km, Evakuasi Terkendala Akses

Sukabuminow.com || Bencana longsor melanda ruas Jalan Simpenan-Kiaradua, Kabupaten Sukabumi, menyebabkan puluhan titik tertutup material tanah. Akibatnya, akses transportasi lumpuh total dan ratusan kendaraan, termasuk truk sembako serta kendaraan pribadi, terjebak di Kampung Cimapag, Desa Loji, Kecamatan Simpenan.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Satuan Lalu Lintas Polres Sukabumi, serta instansi terkait lainnya harus berjuang keras menembus lokasi bencana. Awalnya, mereka mencoba menggunakan kendaraan roda dua, tetapi semakin mendekati titik longsor, jalan justru semakin tertutup material, memaksa mereka berjalan kaki sejauh lima kilometer hingga ke Kampung Cimapag.

“Kami bersama Kasat Lantas Polres Sukabumi berusaha meninjau lokasi kendaraan yang terjebak di Cimapag. Namun, hingga saat ini kami belum sampai ke titik utama karena sudah ada 21 titik longsoran yang harus dilewati. Situasinya lebih parah dibanding bencana Desember 2024 lalu,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, Selasa (11/3/25).

Menurutnya, longsor kali ini jauh lebih besar dibanding yang terjadi pada Desember 2024. Material tanah yang menutupi ruas jalan meningkat lebih dari 100 persen. Selain itu, banyaknya titik longsor dan terbatasnya alat berat membuat proses evakuasi semakin sulit.

Kendaraan Terjebak, Petugas Berjalan Kaki 5 Km

Dalam kondisi darurat ini, puluhan kendaraan berbagai jenis, termasuk truk pengangkut bahan pokok dan kendaraan luar kota, masih terjebak. Kasat Lantas Polres Sukabumi AKP Arif Saepul membenarkan bahwa kendaraan-kendaraan tersebut tidak bisa bergerak karena akses tertutup total.

“Di belakang saya maupun di depan ada sekitar 30 hingga 40 unit mobil yang terjebak. Mulai dari mobil sembako, pengangkut ayam, hingga kendaraan pribadi,” ungkap Arif.

Meski begitu, ia memastikan bahwa kondisi pengemudi dan penumpang dalam keadaan aman. Sebagian kendaraan sudah mulai bergerak ke daerah Pajampangan setelah jalur alternatif ditemukan, namun upaya pembukaan akses utama masih terus berlangsung.

Evakuasi dan Distribusi Bantuan Terhambat

Selain sulitnya akses menuju lokasi, distribusi bantuan bagi warga terdampak juga mengalami kendala. BPBD Kabupaten Sukabumi menyatakan bahwa titik distribusi bantuan sementara ditempatkan di kecamatan terdekat. Hal ini dilakukan karena kendaraan roda empat maupun roda dua tidak bisa menembus lokasi.

“Bantuan sementara di-drop di kecamatan dan disalurkan menggunakan motor tradisional atau motor engkrek,” jelas Deden.

Di sisi lain, Jembatan Bojongkopo yang biasanya menjadi akses utama juga tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, sehingga semakin menyulitkan proses evakuasi.

Pembukaan Akses dengan Alat Berat Dimulai

Sebagai langkah darurat, pihak BPBD bersama stakeholder terkait, seperti Dinas PUPR dan PLN, telah mulai melakukan pembukaan jalur dengan mengerahkan alat berat. Dua unit ekskavator (beko) sudah tiba di lokasi untuk membersihkan material longsor yang menutup jalan.

“Kami bekerja sama dengan BPBD, PUPR, dan PLN untuk membuka akses. Hari ini sudah ada dua unit beko yang kami turunkan,” ujar Arif.

Sementara itu, pihak berwenang terus berupaya menembus lokasi-lokasi yang masih terisolasi guna memastikan keselamatan warga dan kelancaran arus bantuan.

Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan longsor susulan. Pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan situasi dan melakukan berbagai upaya agar akses jalan kembali normal dalam waktu dekat. (Edo)

Redaktur : Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page