Kabupaten Sukabumi

Kisah Mistis Warnai Ambruknya Jembatan Gantung Cibeureum

Reporter : Edo

Sukabuminow.com || Ambruknya Jembatan Gantung Cibeureum yang mengakibatkan 11 orang warga Cibuluh, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, tercebur ke sungai Cibereum menyisakan cerita mistis yang menakutkan.

Kepala Desa Kertamukti, Kecamatan Warungkiara, Dede Kusnadi mengatakan, lokasi sekitar Jembatan Gantung Cibereum sepi dan agak jauh dari pemukiman warga. Ditambah banyak ditumbuhi rumpun bambu yang membuat suasana semakin seram.

“Yang melintas kemarin itu anak-anak muda. Kemungkinan saat melintas kemarin itu berisik lah. Padahal area sini sedikit angker. Dari cerita beberapa warga yang sering melintas pernah mendengar suara-suara aneh,” terang Dede, Jumat (28/8/20).

“Bahkan ada teman saya yang menikah sama orang kampung Cibereum, pas pulang tengah malam mendengar suara gamelan degung. Karena ketakutan sampai merangkak saat melintas jembatan,” sambungnya.

Masih kata Dede, sejak jembatan dibangun hingga sebelum jembatan ambruk, Senin (24/8/20), warga yang melintas kadang masih saja mendengar suara gamelan degung lengkap dengan suara sindennya. Dede menyimpulkan, ada dua kemungkinan pemicu terjadinya jembatan ambruk. Selain memang kondisi tali sling penyangga sudah rapuh, bisa juga karena penghuni yang ada di wilayah tersebut tidak senang karena kegaduhan yang dibuat warga yang melintas.

“Kejadian kemarin itu tengah malam. Nah menurut cerita warga yang suka mencari ikan ketika air sungai besar, mengaku pernah melihat sosok mahluk hitam tinggi besar berdiri di atas batu besar dibawah jembatan,” jelasnya.

“Padahal saat pembangunan jembatan gantung ini dulu tahun 1991 tidak ada gangguan apa-apa, karena sebelumnya warga melakukan ritual memohon izin sesepuh yang telah meninggal dulu,” tandasnya.

Sementara itu, Aldi (12 th), salah seorang korban yang mengalami terkilir tangan sebelah kiri, mengaku sempat terdengar suara riuh ramai dan suara tepuk tangan ditambah suara bersiul saat rombongan tersebut tercebur ke sungai.

“Iya, saya mendengar juga suara ramai kaya besorak senang gitu,” jelasnya.

“Bahkan kata warga Cibereum mah, saat kejadian itu memang mendengar suara seperti jembatan itu runtuh. Kita gak bikin gaduh di jembatan saat melintas, karena sebelum melintas diingatkan dulu sama pak RW jangan gaduh karena memang angker di sekitar situ,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Jembatan Gantung Cibeureum, penghubung dua kampung di dua kecamatan Kabupaten Sukabumi, sudah tidak dapat digunakan lagi. Tali sling sarana penghubung Kampung Bojong Kerta, Desa Kerta Mukti, Kecamatan Warungkiara dengan Kampung Cibeuruem, Desa Cimanggu, Kecamatan Cikembar, putus pada Senin (24/8/20) pukul 01.00 Wib.

“Tali sling penyangga di bagian tengah jembatan putus saat dilintasi oleh belasan orang saat itu,” terang Kepala Desa Kertamukti, Dede Kusnadi, Kamis (26/8/20).

Kondisi jembatan sepanjang 70 meter dengan lebar 1,2 meter tersebut sebelumnya sangat menghawatirkan. Komponen yang terbuat dari besi hingga tali seling telah berkarat termakan usia.

“Saat kejadian sebanyak 11 orang warga Kampung Cibereum tengah melintas dan semuanya tercebur. Dua orang mengalami luka ringan, dua orang mengalami luka berat, yang luka berat, satu orang masih dirawat di rumah sakit Bandung, satu orang lagi mengalami patah tangan, tapi sudah dirawat ke orang ahli, sisanya Alhamdulillah selamat,” jelasnya.

Jembatan Gantung Cibereum dibangun tahun 1991. Sejauh ini, telah empat kali mengalami kerusakan seling penyangga namun tidak sampai menimbulkan korban seperti saat ini.

“Kondisi penyangga jembatan sudah lama tidak diperbaiki sehingga slingnya terlihat berkarat dan sudah rapuh. Jembatan ini dibangun dari swadaya masyarakat dua kampung ini,” terangnya.

“Harapan kami, pemerintah segera membangun kembali jembatan gantung ini. Sebab ini akses satu-satunya yang meningkatkan produktivitas masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Tags

Related Articles

Close
Close