Kabupaten SukabumiPeristiwa

Api Melalap PAUD dan Posyandu di Cibadak Sukabumi, Dokumen dan Fasilitas Ludes

Sukabuminow.com || Peristiwa kebakaran yang melanda fasilitas publik di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan. Kali ini, api melahap bangunan PAUD dan Posyandu Adi Sucipto di Kampung Paris, RT 001/007, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Sabtu (25/4/26) petang.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 18.30 WIB itu tidak hanya menghanguskan bangunan seluas kurang lebih 40 meter persegi, tetapi juga menghentikan sementara aktivitas pendidikan anak usia dini dan layanan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.

Suasana senja yang biasanya tenang mendadak berubah menjadi kepanikan. Warga berlarian saat api mulai membesar dari dalam bangunan. Sebagian mencoba menyelamatkan barang seadanya, sementara yang lain berupaya menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Kepala Desa Pamuruyan, Ujang Syarif Hidayat, mengaku menerima laporan saat api sudah tidak terkendali.

“Saya mendapat informasi sekitar pukul 18.30 WIB. Begitu menerima laporan, saya langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran Kecamatan Cibadak,” ujarnya.

Tak butuh waktu lama, api menjalar cepat. Material bangunan yang didominasi kayu dan bilik bambu menjadi faktor utama yang mempercepat kobaran. Seluruh isi bangunan, termasuk dokumen penting, alat belajar anak, serta perlengkapan posyandu, tidak sempat diselamatkan.

“Seluruh bangunan habis terbakar. Tidak ada yang tersisa,” kata Ujang.

Laporan kebakaran itu diterima petugas pada pukul 18.31 WIB. Tim dari Posko Damkar Cibadak langsung bergerak dan tiba di lokasi sekitar pukul 18.45 WIB. Namun, saat tiba, api sudah membesar dan melahap hampir seluruh bangunan.

Danpos Damkar Cibadak, I. Yosep, menjelaskan bahwa dugaan awal penyebab kebakaran adalah korsleting listrik.

“Api diduga berasal dari korsleting listrik dan dengan cepat merambat ke bagian bangunan lainnya. Petugas langsung melakukan pemadaman agar tidak merembet ke rumah warga,” jelasnya.

Meski berhasil dikendalikan, api menyisakan puing dan arang. Asap tipis masih terlihat mengepul dari sisa bangunan yang hangus.

Peristiwa ini kembali membuka fakta penting terkait kerentanan instalasi listrik di bangunan fasilitas umum tingkat desa. Dugaan korsleting menjadi indikasi bahwa sistem kelistrikan yang digunakan kemungkinan tidak memenuhi standar keamanan atau mengalami keausan.

Selain itu, penggunaan material mudah terbakar seperti kayu dan bambu tanpa sistem proteksi kebakaran memperbesar risiko kerusakan total saat insiden terjadi.

Hingga saat ini, belum ada investigasi lanjutan terkait kondisi instalasi listrik sebelum kebakaran. Namun, peristiwa ini mempertegas pentingnya audit keselamatan pada fasilitas publik, terutama yang digunakan setiap hari oleh anak-anak dan masyarakat.

Di balik angka kerugian yang ditaksir mencapai Rp50 juta, terdapat dampak sosial yang jauh lebih besar. Anak-anak PAUD kehilangan ruang belajar mereka, sementara layanan kesehatan dasar melalui posyandu ikut terhenti.

Bagi warga Kampung Paris, bangunan tersebut bukan sekadar fasilitas, melainkan pusat aktivitas sosial yang menyatukan masyarakat.

Sebagai solusi sementara, pemerintah desa memindahkan kegiatan ke madrasah terdekat. “Untuk sementara kegiatan dipindahkan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” ujar Ujang.

Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page