DPPKB Sukabumi Optimistis Capai Target KB, Bidan Jadi Garda Terdepan
Sukabuminow.com || Pelaksanaan Pelayanan Keluarga Berencana (KB) serentak dalam rangka Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia (HUT IBI) ke-75 tahun 2026 resmi digelar secara nasional, Kamis (30/4/26) lalu. Launching pusat dipusatkan di Provinsi Banten, sementara di Jawa Barat dilaksanakan di Purwakarta.
Di tingkat daerah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengambil peran strategis dengan menggelar launching di Kecamatan Cicantayan sebagai titik awal pelayanan serentak di seluruh fasilitas kesehatan.
Program kolaboratif antara Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ini berlangsung mulai 30 April hingga 22 Mei 2026 dan menyasar seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi.
Kabupaten Sukabumi menargetkan sebanyak 6.810 akseptor pelayanan KB. Target tersebut terdiri dari:
4.126 akseptor KB pascapersalinan (KBPP)
2.684 akseptor non-KBPP
Dari total tersebut, metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) menjadi perhatian utama dengan target signifikan, sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan efektivitas pengendalian penduduk.
Launching tingkat kabupaten dipusatkan di TPMB Bidan Elma, Kecamatan Cicantayan, yang menjadi simbol dimulainya pelayanan serentak di seluruh fasyankes. Peran bidan di bawah naungan IBI menjadi kunci dalam menjangkau masyarakat secara langsung.
Berdasarkan data sementara per 30 April 2026 pukul 15.00 WIB, capaian Kabupaten Sukabumi telah mencapai 314 akseptor atau sekitar 4,61 persen dari target.
Rinciannya:
KBPP: 250 akseptor (6,06 persen)
MKJP: 197 akseptor (8,73 persen)
Capaian ini menunjukkan tren awal yang cukup positif, terutama pada penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang yang dinilai lebih efektif dan berkelanjutan.
Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang Nugraha, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar mengejar angka, tetapi menjadi bagian penting dalam strategi pengendalian penduduk dan peningkatan kualitas keluarga.
Ia menyampaikan bahwa momentum HUT IBI ke-75 dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, terutama dengan tenaga bidan yang menjadi ujung tombak pelayanan di masyarakat.
“Program KB serentak ini tidak hanya berorientasi pada capaian target, tetapi bagaimana kita memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan. Peran bidan sangat vital dalam edukasi serta pendampingan keluarga,” ujar Eka, Sabtu (2/5/26).
Menurutnya, peningkatan partisipasi masyarakat dalam program KB juga menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan bonus demografi, sekaligus menekan risiko stunting dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Secara umum, capaian Jawa Barat saat ini berada di angka 2,88 persen, dengan beberapa daerah mencatat progres lebih tinggi. Meski demikian, Sukabumi dinilai memiliki potensi besar untuk melampaui target, mengingat periode pelayanan masih berlangsung hingga pertengahan Mei 2026.
DPPKB Sukabumi optimistis capaian akan terus meningkat seiring masifnya pelayanan di lapangan dan dukungan penuh dari tenaga kesehatan.
“Kami optimistis target dapat tercapai. Kuncinya adalah sinergi, konsistensi pelayanan, dan kesadaran masyarakat untuk merencanakan keluarga yang berkualitas,” tambah Eka.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran strategis bidan sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan reproduksi. Melalui pendekatan edukatif dan pelayanan langsung, bidan menjadi ujung tombak dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keluarga berencana.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan tenaga kesehatan, Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya dalam mendukung program nasional serta mewujudkan keluarga sehat, sejahtera, dan berkualitas.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana




