AdvertorialDPRD Kabupaten Sukabumi

Hamzah Gurnita Apresiasi Pengukuhan Forum TJSPKBL Kabupaten Sukabumi 2025–2029

Sukabuminow.com || Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi, Hamzah Gurnita, mengapresiasi pengukuhan Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, Kemitraan, dan Bina Lingkungan (TJSPKBL) Kabupaten Sukabumi Periode 2025–2029. Forum ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan daerah.

Forum TJSPKBL secara resmi dikukuhkan oleh Bupati Sukabumi, Asep Japar, dalam sebuah acara yang digelar di ruang rapat PT PLN Indonesia Power UBP Palabuhanratu, Jalan Cipatuguran, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu belum lama ini. Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah yang tergabung dalam jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Hamzah menekankan bahwa keberadaan forum TJSPKBL harus benar-benar mampu membantu pemerintah daerah dalam merealisasikan program-program strategis, khususnya yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“DPRD mendukung kehadiran perusahaan-perusahaan di Kabupaten Sukabumi, namun kami juga meminta agar mereka tidak sekadar beroperasi, melainkan ikut berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah,” ujar Hamzah, Kamis (20/3/25).

Ia menegaskan, semua perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Sukabumi wajib aktif dalam forum TJSPKBL. Menurutnya, tidak boleh ada lagi perusahaan yang tidak mengetahui atau tidak terlibat dalam forum ini.

“Kami harapkan tidak ada lagi perusahaan yang abai. Semua harus terlibat aktif demi kemajuan daerah,” tegas Hamzah.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa forum TJSPKBL merupakan wadah strategis untuk menyinergikan program-program sosial perusahaan agar lebih terarah dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“DPRD bersama pemerintah daerah akan memastikan ratusan perusahaan di Kabupaten Sukabumi tergabung dalam forum ini,” ujarnya.

Hamzah juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan daerah. Ia mengajak seluruh pihak, termasuk perusahaan, untuk bersinergi dalam konsep pentahelix, yakni kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Pembangunan daerah harus dilakukan bersama-sama melalui kolaborasi yang kuat. Pentahelix menjadi kunci,” pungkasnya. (Edo)

Redaktur : Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page