Kabupaten SukabumiPendidikan

Forum BKK Bicara Peluang Tenaga SMK Bekerja di Luar Negeri

ads

Sukabuminow.com || Dinas Tenaga Kerja di Indonesia. Dinilai masih kurang terlalu bagus dari segi sistem ketenagakerjaan. Sebab Indonesia menerapkan sistem kontrak kerja. Dalam waktu yang cukup singkat.

Forum Bursa kerja khusus Bursa Kerja Khusus : BKK Sekolah Menengah Kejuruan : SMK Jabar : Kamajaya. Menyebut tidak ada yang salah dengan industrinya. Bahkan relatif sama dengan negara maju lainnya. Bahkan bekerja di Indonesia jauh lebih menyenangkan. Namun mereka yang baru berkerja di perusahaan. Akan merasa stres. Sebab Indonesia menerapkan sistem kerja kontrak.

“Inilah salah satu alasan. Yang menyebabkan banyak pengangguran di Indonesia. Apalagi jika dikaitkan dengan statement Guberbur Jawa Barat. Yang menyebut SMK penyumbang pengangguran terbanyak,” tuturnya kepada Sukabuminow. Senin (12/8/19).

Baca Juga :

Kamajaya justru menganggap. Bahwa guru di SMK. Telah memberikan pengertian yang kompeten. Dalam bidang yang digeluti anak didik. Namun sistem. Yang memaksa anak didik menjadi pengangguran.

“Saya perhatikan steatment bapak gubernur. Yang melihat pengangguran terbanyak dihasilkan dari SMK. Saya rasa guru sudah luar biasa memberikan pemahaman. Bukan sekolah tidak bisa memberikan penguasaan kompetensi pada siswa,” ungkapnya.

Permasalahan saat ini. Lebih disebabkan pada suplai endimen. Artinya lulusan SMK. Luar biasa banyak. Tapi daya serap perusahaan minim. Oleh karenanya. Kamajaya menekankan pemimpin untuk memperhatikan fenomena ini.

“Suplai endimen Indonesia berbeda dengan negara maju. Seperti Jepang. Korea. Dan Jerman. Mereka sedikit mencetak lulusan. Namun banyak menyediakan lapangan pekerjaan,” imbuhnya.

Hal itu pula. Yang menyebabkan negara maju mengalami krisis tenaga kerja. Dimana tingkat kelahiran negara maju sangat kecil. Sedangkan penduduk yang ada semakin menua. Dan para remaja terus melanjutkan pendidikan. Ke jenjang perguruan tinggi.

“Mereka tidak menyukai pekerjaan operator. Karena menurut mereka pekerjaan kasar. Sedangkan roda ekonomi harus terus berputar. Sehingga mereka memperkerjakan orang asing. Nah ini peluang yang harus dimanfaatkan SMK di dalam negeri. Jadi jangan alergi go internasional. Harusnya didorong,” tutupnya. (Diana NH)

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Tags

Related Articles

Close